Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Imbau Masyarakat Aceh Barat Selatan Tetap Siaga Libur Lebaran
BMKG Meulaboh-Nagan Raya mengimbau masyarakat Aceh Barat Selatan mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa banjir dan tanah longsor selama libur Lebaran akibat aktifnya gelombang Rossby Ekuatorial dan belokan angin.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah pantai barat selatan Aceh untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama libur Lebaran 1446 Hijriah. Imbauan ini disampaikan menyusul prediksi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Almira Aprilianti, menjelaskan bahwa hujan lebat yang terjadi beberapa hari terakhir di wilayah Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Selatan, dan Aceh Singkil disebabkan oleh aktifnya gelombang Rossby Ekuatorial. Gelombang atmosfer ini bergerak ke arah barat di sekitar ekuator dan menyebabkan peningkatan massa udara, awan, serta potensi hujan lebat.
Selain gelombang Rossby Ekuatorial, belokan angin (shearline) di sekitar wilayah barat selatan Aceh juga berkontribusi terhadap tingginya curah hujan. Kondisi ini menyebabkan penumpukan massa udara dan meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Anomali suhu muka laut yang hangat di perairan barat Aceh semakin memperparah situasi dengan meningkatkan penguapan dan potensi pertumbuhan awan hujan.
Waspada Banjir dan Tanah Longsor
Beberapa daerah di Aceh diprediksi akan mengalami hujan lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang. Daerah-daerah tersebut meliputi Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Kota Langsa, Kabupaten Simeulue, Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Aceh Barat, dan Kabupaten Nagan Raya. BMKG mengimbau masyarakat yang melakukan arus balik untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dari BMKG. Penting untuk selalu waspada dan siaga terhadap potensi bencana alam. Dengan memahami faktor-faktor penyebab cuaca ekstrem, masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi bahaya yang mungkin terjadi.
"Jika melihat awan tebal hitam dan hujan mulai rintik-rintik di daerah pegunungan, masyarakat disarankan untuk meninggalkan daerah lerengan serta wilayah aliran sungai," ujar Almira Aprilianti, menekankan pentingnya tindakan preventif.
Penyebab Cuaca Ekstrem di Aceh
BMKG menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan potensi cuaca ekstrem di Aceh. Gelombang Rossby Ekuatorial, sebagai gelombang atmosfer yang bergerak ke barat di sekitar ekuator, menjadi salah satu faktor utama. Gelombang ini menyebabkan peningkatan massa udara dan pembentukan awan hujan.
Faktor lain adalah belokan angin (shearline) di wilayah barat selatan Aceh. Shearline menyebabkan penumpukan massa udara yang dapat memicu hujan lebat. Kondisi anomali suhu muka laut yang hangat di perairan barat Aceh juga berkontribusi terhadap peningkatan penguapan dan pertumbuhan awan hujan.
Kombinasi dari faktor-faktor tersebut meningkatkan potensi hujan lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang. Kondisi ini berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, terutama di daerah-daerah rawan bencana.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
BMKG memberikan imbauan kepada masyarakat untuk selalu waspada dan siaga terhadap potensi cuaca ekstrem. Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Penting untuk mempersiapkan diri dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko bencana.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menghindari aktivitas di daerah rawan bencana seperti lereng gunung dan aliran sungai saat hujan lebat. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat sangat penting dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem dan meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkannya. Dengan tindakan preventif yang tepat, risiko bencana dapat dikurangi.
BMKG terus memantau perkembangan cuaca dan akan memberikan informasi terkini kepada masyarakat. Kerjasama antara masyarakat dan pemerintah sangat penting dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Kesiapsiagaan dan mitigasi bencana merupakan kunci utama dalam menghadapi cuaca ekstrem.