Banjir Aceh Selatan: BMKG Ungkap Peran Gelombang Rossby Ekuatorial
BMKG menjelaskan banjir di tujuh desa Aceh Selatan disebabkan oleh gelombang Rossby Ekuatorial yang memicu hujan lebat dan meluapnya sungai.

Banjir yang melanda tujuh desa di Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, pada Jumat, 4 April 2024, telah mengakibatkan 644 jiwa dari 167 kepala keluarga (KK) terdampak. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan penyebab bencana alam tersebut. Menurut Prakirawati, Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Aceh, Almira Aprilianti, banjir ini dipicu oleh gelombang Rossby Ekuatorial.
Gelombang Rossby Ekuatorial, gelombang atmosfer yang bergerak ke arah barat di sekitar ekuator, memicu peningkatan curah hujan di wilayah tersebut. "Gelombang Rossby Ekuatorial merupakan gelombang atmosfer yang bergerak ke arah barat di sekitar ekuator. Gelombang ini juga dikenal sebagai gelombang planet," jelas Almira Aprilianti dalam keterangan resminya.
Tujuh desa yang terendam banjir meliputi Desa Jambo Papan, Desa Malaka, Desa Simpang Dua, Desa Padang, Desa Koto, Desa Pulo Air, dan Desa Mersak. Ketinggian air bervariasi antara 50 hingga 80 sentimeter, setelah sungai-sungai di sekitar permukiman warga meluap akibat tingginya curah hujan.
Analisis BMKG Terhadap Banjir Aceh Selatan
BMKG menjelaskan bahwa gelombang Rossby Ekuatorial meningkatkan aktivitas massa udara, sehingga menyebabkan pembentukan awan yang lebih banyak dan berujung pada hujan lebat. Selain gelombang Rossby, belokan angin (shearline) di sekitar wilayah barat selatan Aceh juga berkontribusi terhadap penumpukan massa udara, meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi.
Kondisi anomali suhu muka laut yang hangat di perairan barat Aceh turut memperparah situasi. Suhu laut yang hangat meningkatkan penguapan, menambah jumlah uap air di atmosfer dan memperkuat potensi hujan lebat. Kombinasi faktor-faktor inilah yang menyebabkan banjir di Aceh Selatan.
BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana hidrometeorologi. "Akibat dari gelombang ini dapat menyebabkan aktifnya massa udara sehingga menyebabkan penambahan awan yang lebih banyak, sehingga menyebabkan terjadinya potensi hujan lebat dengan intensitas sedang hingga lebat," ujar Almira.
Imbauan dan Antisipasi Bencana
Mengingat potensi hujan lebat yang berkelanjutan, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Penting bagi masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
Langkah-langkah antisipasi bencana perlu dilakukan oleh pemerintah daerah dan masyarakat. Hal ini termasuk penyediaan sistem peringatan dini yang efektif, pembangunan infrastruktur yang tahan bencana, serta edukasi kepada masyarakat tentang mitigasi bencana. Kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat sangat penting untuk meminimalisir dampak buruk dari bencana hidrometeorologi.
Data dari BPBD Aceh Selatan menunjukkan bahwa banjir tersebut menyebabkan kerugian yang signifikan bagi masyarakat setempat. Perbaikan infrastruktur dan bantuan bagi korban banjir menjadi hal yang krusial pascabencana. Ke depannya, upaya mitigasi bencana yang komprehensif diperlukan untuk mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut.
Kesimpulannya, banjir di Aceh Selatan merupakan peristiwa kompleks yang diakibatkan oleh interaksi beberapa faktor meteorologi. Pemahaman yang komprehensif tentang fenomena gelombang Rossby Ekuatorial dan faktor-faktor penunjang lainnya sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di masa mendatang.