Wisatawan Terseret Ombak di Pangandaran Ditemukan Meninggal
Tim SAR gabungan menemukan jasad Dede Sulaiman (15), wisatawan asal Garut yang hilang terseret ombak di Pantai Barat Pangandaran setelah pencarian selama tiga hari.

Seorang wisatawan asal Garut, Dede Sulaiman (15), ditemukan meninggal dunia setelah terseret ombak di Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat. Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasadnya pada Jumat (4/4) sekitar pukul 09.30 WIB, setelah pencarian intensif selama tiga hari. Penemuan jasad korban yang mengapung di perairan Pangandaran, sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian, mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur SAR.
Komandan Tim Rescue Kantor SAR Bandung, Edwin Purnama, menjelaskan kronologi penemuan tersebut. Nelayan setempat pertama kali menemukan jasad korban dan segera melaporkan kepada pihak berwenang. Tim SAR gabungan langsung menuju lokasi dan melakukan evakuasi. Jasad Dede Sulaiman kemudian dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Kejadian ini terjadi pada Rabu (2/4), saat korban tengah berenang di Pantai Barat Pangandaran. Dede Sulaiman merupakan salah satu dari dua wisatawan yang dilaporkan terseret ombak selama libur Lebaran di Pangandaran. Sebelumnya, pada Kamis (3/4), jasad Suhendar, wisatawan asal Bandung yang hilang sejak Selasa (1/4), juga telah ditemukan.
Pencarian Intensif dan Penutupan Operasi SAR
Proses pencarian Dede Sulaiman melibatkan berbagai unsur SAR gabungan. Upaya pencarian yang dilakukan selama tiga hari akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya jasad korban. Edwin Purnama menyatakan bahwa dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan resmi ditutup dan seluruh tim kembali ke satuan masing-masing.
Penemuan ini menjadi akhir dari operasi pencarian yang cukup intensif. Tim SAR gabungan bekerja keras untuk menemukan korban dan memberikan kepastian kepada keluarga. Keberhasilan ini juga menunjukkan koordinasi yang baik antar berbagai instansi dan elemen masyarakat dalam penanganan kejadian ini.
Pemerintah daerah, kepolisian, Kantor SAR, Balawista, dan sukarelawan lainnya telah disiagakan selama libur Lebaran untuk mengantisipasi kecelakaan laut di Pangandaran. Upaya pencegahan juga dilakukan dengan memasang rambu-rambu bahaya dan peringatan di sepanjang pantai, mengingatkan wisatawan untuk tidak berenang di zona berbahaya atau terlalu jauh ke tengah laut.
Antisipasi Kecelakaan Laut di Pangandaran
Kejadian ini menyoroti pentingnya kewaspadaan dan keselamatan bagi wisatawan yang berkunjung ke pantai. Pihak berwenang telah berupaya maksimal dalam memberikan pengamanan dan peringatan, namun tetap diperlukan kesadaran dan kehati-hatian dari para wisatawan sendiri.
Selama musim liburan, Pantai Pangandaran memang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Hal ini menuntut peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dari berbagai pihak untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut. Pemasangan rambu-rambu peringatan dan patroli rutin perlu ditingkatkan untuk meminimalisir risiko.
Dengan ditemukannya kedua korban, diharapkan menjadi pembelajaran bagi wisatawan untuk selalu waspada dan mematuhi rambu-rambu keselamatan yang telah disediakan. Pihak berwenang juga perlu terus meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan kecelakaan laut di kawasan wisata Pantai Pangandaran.
Meskipun upaya pencegahan telah dilakukan, tetap penting bagi wisatawan untuk selalu waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di pantai. Memahami kondisi laut dan mematuhi rambu-rambu keselamatan sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan.
Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak dan dapat meminimalisir kejadian serupa di masa mendatang. Kepada keluarga korban, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi duka cita ini.