Tragedi di Pantai Sayang Heulang: Wisatawan Anak Tenggelam, Tim SAR Evakuasi Jenazah
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah Muhamad Ridwan Hafid (11), wisatawan asal Bandung yang tenggelam di Pantai Sayang Heulang, Garut, Jawa Barat.

Garut, 3 Januari 2024 - Sebuah tragedi terjadi di Pantai Sayang Heulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Muhamad Ridwan Hafid (11), seorang wisatawan asal Kabupaten Bandung, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di perairan pantai tersebut. Kejadian ini terjadi pada Rabu, 2 Januari 2024, dan jenazah korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada Kamis pagi, 3 Januari 2024.
Insiden ini bermula ketika Ridwan tengah asyik berenang bersama saudara-saudaranya di sekitar Curugan Sayang Heulang. Saat berada di tengah laut, ia diduga terpeleset dan jatuh ke palung laut, terseret arus ombak hingga akhirnya tenggelam. Keluarga korban yang panik langsung meminta bantuan kepada warga sekitar yang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.
Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Garut, Iptu Aep Saepudin, membenarkan kejadian tersebut. "Setelah menerima laporan, kami bersama BKO Brimob langsung melakukan evakuasi terhadap jenazah korban," ujar Iptu Aep. Pencarian yang dilakukan pada hari pertama tidak membuahkan hasil, namun jenazah Ridwan akhirnya ditemukan keesokan harinya dalam kondisi tidak bernyawa.
Pencarian dan Evakuasi Jenazah
Proses pencarian dan evakuasi jenazah Ridwan melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai unsur. Nelayan setempat berperan penting dalam penemuan awal jenazah korban. Setelah ditemukan, jenazah Ridwan langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Pameungpeuk untuk proses identifikasi sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Iptu Aep menambahkan, "Hasil identifikasi memastikan bahwa jenazah tersebut adalah korban dari kecelakaan laut yang terjadi sehari sebelumnya." Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi para wisatawan untuk selalu waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di pantai, terutama di area yang memiliki potensi bahaya seperti palung laut dan arus yang kuat.
Pihak berwenang mengimbau agar pengunjung pantai selalu mematuhi rambu-rambu keselamatan yang telah disediakan. "Masyarakat untuk tetap berhati-hati saat berkunjung ke lokasi-lokasi wisata pantai, terutama pada musim liburan," imbau Iptu Aep.
Libur Lebaran dan Kerumunan Wisatawan
Pantai Sayang Heulang, seperti banyak objek wisata pantai lainnya di Garut, ramai dikunjungi wisatawan selama libur Hari Raya Lebaran. Keramaian ini menuntut kewaspadaan ekstra dari para pengunjung dan juga petugas keamanan yang berjaga. Sejumlah petugas pengamanan disiagakan di objek wisata pantai untuk memberikan pelayanan bantuan apabila terjadi insiden kecelakaan laut atau gangguan keamanan lainnya.
Kejadian ini menjadi catatan penting bagi pengelola wisata dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan upaya keselamatan dan keamanan bagi para wisatawan. Peningkatan fasilitas keselamatan, sosialisasi aturan keselamatan, dan pengawasan yang lebih ketat perlu dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Keluarga korban saat ini tengah berduka cita atas kepergian Ridwan. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk selalu memprioritaskan keselamatan saat berwisata.
Kesimpulan: Kejadian tenggelamnya Muhamad Ridwan Hafid di Pantai Sayang Heulang menyoroti pentingnya keselamatan dan kewaspadaan saat berwisata di pantai. Pihak berwenang dan pengelola wisata perlu meningkatkan upaya pencegahan kecelakaan serupa di masa mendatang.