Kemenpar Tindak Lanjuti Pungli di Destinasi Wisata: Solusi Libur Lebaran 2025?
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berkomitmen memberantas pungli di tempat wisata, berkolaborasi dengan Kemendagri dan kepolisian untuk memastikan liburan Lebaran 2025 bebas pungli, seiring peningkatan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.

Jakarta, 17 Februari 2025 - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bergerak cepat menanggapi maraknya pungutan liar (pungli) di destinasi wisata Indonesia. Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa, menegaskan komitmen untuk menindaklanjuti pembentukan kelompok kerja (pokja) penanggulangan pungli. Targetnya, libur Lebaran 2025 bebas dari praktik pungli yang sempat meresahkan wisatawan selama Natal dan Tahun Baru sebelumnya.
Kerjasama Antar Kementerian dan Kepolisian
Langkah konkrit yang akan diambil Kemenpar adalah membahas pokja pemberantasan pungli bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Wamenpar Puspa mengungkapkan, "Mudah-mudahan ini bisa segera kita selesaikan. Bu Menteri juga akan segera bertemu dengan Pak Menteri Dalam Negeri, Pak Tito untuk membahas soal ini." Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan solusi sistematis dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani Mustafa, telah menyampaikan laporan masih adanya pungli di beberapa tempat wisata dalam Munas XVIII PHRI. Sebagai respon, Kemenpar telah menandatangani nota kesepahaman dengan kepolisian untuk menangani masalah ini. Langkah ini kemudian perlu diimplementasikan di tingkat daerah melalui kesepakatan serupa antara Dinas Pariwisata dan kepolisian daerah.
"Kami ingin adanya kesepakatan tertulis, sebagai dasar koordinasi dengan Kemendagri. Hal ini penting agar penanganan pungli tidak hanya sebatas wacana, namun ada tindakan nyata dari pemerintah daerah dan asosiasi terkait," jelas Mustafa. Transparansi dan dokumentasi yang baik sangat penting untuk memastikan efektivitas upaya pemberantasan pungli.
Peningkatan Kunjungan Wisatawan
Data kunjungan wisatawan hingga Oktober 2024 menunjukkan tren positif. Sebanyak 11,6 juta wisatawan mancanegara mengunjungi Indonesia, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, wisatawan nusantara mencapai angka fantastis, yaitu 839,39 juta perjalanan, meningkat 21,87 persen dari periode yang sama tahun 2023. Total kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara melampaui 850 juta perjalanan.
Peningkatan jumlah wisatawan ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan komitmen dalam memberikan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan bebas dari pungli. Suksesnya upaya pemberantasan pungli akan berdampak positif pada citra pariwisata Indonesia dan menarik lebih banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara di masa mendatang.
Harapan untuk Libur Lebaran 2025
Dengan adanya kerjasama yang solid antara Kemenpar, Kemendagri, dan kepolisian, diharapkan libur Lebaran 2025 akan terbebas dari praktik pungli. Komitmen ini tidak hanya sebatas janji, namun diwujudkan melalui langkah-langkah konkret dan kolaborasi yang efektif. Pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses pemberantasan pungli juga perlu ditekankan untuk memastikan keberhasilan program ini.
Pemerintah berharap dengan adanya upaya ini, sektor pariwisata Indonesia akan semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Keberhasilan dalam memberantas pungli akan meningkatkan kepercayaan wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di sektor pariwisata.
Kesimpulan
Pemberantasan pungli di destinasi wisata merupakan prioritas utama Kemenpar. Kerjasama dengan Kemendagri dan Kepolisian, serta komitmen untuk menciptakan liburan Lebaran 2025 yang bebas pungli, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sektor pariwisata Indonesia. Semoga upaya ini akan membuahkan hasil yang maksimal dan memberikan dampak positif bagi seluruh pemangku kepentingan.