Banjir Rendam Tujuh Desa di Aceh Selatan, Ratusan Rumah Terendam
Hujan deras menyebabkan Sungai Manggamat meluap dan merendam ratusan rumah di tujuh desa di Kecamatan Kluet Tengah, Aceh Selatan, mengakibatkan 644 jiwa terdampak.
Banjir besar melanda tujuh desa di Kecamatan Kluet Tengah, Aceh Selatan, Aceh, pada Kamis sore, 4 April 2024. Sungai Manggamat meluap akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 14.30 WIB. Bencana ini mengakibatkan ratusan rumah terendam dan ratusan warga terdampak.
Menurut Staf Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Haslinda Juwita, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat menyebabkan air sungai meluap dan merendam permukiman penduduk. Ketinggian air bervariasi antara 50 hingga 80 sentimeter. Luapan air juga menggenangi jalan lintas antardesa di Kecamatan Sawang.
Bencana alam ini menimbulkan dampak yang signifikan bagi masyarakat. BPBA dan instansi terkait lainnya langsung bergerak cepat untuk melakukan penanganan dan pendataan dampak banjir.
Tujuh Desa Terdampak Banjir Aceh Selatan
Tujuh desa yang terdampak banjir tersebut adalah Desa Jambo Papan, Desa Malaka, Desa Simpang Dua, Desa Padang, Desa Koto, Desa Pulo Air, dan Desa Mersak. Data sementara yang dihimpun BPBA menunjukkan bahwa sebanyak 167 kepala keluarga (KK) atau sekitar 644 jiwa terdampak banjir tersebut. Kondisi ini tentu menimbulkan keprihatinan dan membutuhkan penanganan segera.
Sampai saat ini, air masih menggenangi permukiman penduduk dan jalan lintas desa. BPBA menyatakan bahwa dampak material dan jumlah pengungsi masih dalam proses pendataan. Proses pendataan ini penting untuk menentukan langkah-langkah penanganan selanjutnya secara tepat dan terukur.
Tim gabungan dari berbagai instansi terkait tengah bekerja keras di lapangan untuk membantu warga yang terdampak. Kerja sama ini menunjukkan sinergi yang baik dalam penanggulangan bencana.
Upaya Penanganan dan Penilaian BPBD Aceh Selatan
BPBD Aceh Selatan, dibantu oleh petugas pemadam kebakaran (damkar) PB 08 Kluet Tengah, berkoordinasi dengan Muspika setempat untuk melakukan pendataan dan pemantauan di lokasi banjir. Pusdalops PB BPBD Kabupaten Aceh Selatan juga menerima dan menyusun laporan terkait kejadian ini. Semua pihak bahu membahu untuk menangani situasi darurat ini.
Proses pendataan yang dilakukan BPBD Aceh Selatan mencakup berbagai aspek, mulai dari jumlah rumah yang terendam, jumlah warga yang terdampak, hingga kebutuhan mendesak para korban banjir. Informasi yang akurat dan terupdate sangat penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Selain pendataan, BPBD juga melakukan pemantauan kondisi di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya dampak banjir. Langkah antisipasi ini penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan meminimalisir kerugian yang lebih besar.
"Air luapan sungai tersebut kemudian merendam permukiman penduduk di beberapa gampong dan jalan lintas antargampong di Kecamatan Sawang dengan ketinggian bervariasi dari 50-80 cm," kata Haslinda Juwita dari BPBA.
Meskipun BPBD telah melakukan berbagai upaya, namun bantuan dari berbagai pihak masih sangat dibutuhkan untuk meringankan beban para korban banjir. Semoga situasi dapat segera pulih dan warga terdampak dapat kembali beraktivitas normal.