Bank Sampoerna Optimistis, Targetkan Pertumbuhan Kredit 10-12 Persen di Tahun 2025
Bank Sampoerna memasang target pertumbuhan kredit yang optimistis, yakni sebesar 10-12 persen di tahun 2025, dengan fokus pada segmen UMKM dan perluasan ke segmen wholesale, serta peningkatan kerja sama dengan fintech dan mitra konvensional.
Bank Sahabat Sampoerna menargetkan pertumbuhan kredit yang signifikan di tahun 2025, yaitu sebesar 10 hingga 12 persen. Target ini diumumkan oleh Chief Digital Business Bank Sahabat Sampoerna, Ivan Giarto, di Jakarta pada acara Buka Puasa Bersama Bank Sampoerna. Pengumuman tersebut disampaikan Kamis lalu, mengingat tahun sebelumnya dianggap cukup menantang bagi bank tersebut.
Meskipun target ini berada di kisaran rata-rata pertumbuhan industri, optimisme Bank Sampoerna didasari oleh strategi yang terukur dan terarah. Strategi ini berfokus pada perluasan layanan kredit ke segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekspansi ke segmen wholesale. Langkah ini menunjukkan komitmen Bank Sampoerna untuk berkontribusi pada perekonomian Indonesia melalui pemberdayaan UMKM.
Untuk mencapai target tersebut, Bank Sampoerna telah dan akan terus melakukan berbagai upaya. Persiapan infrastruktur, perekrutan tenaga ahli, dan peningkatan produktivitas cabang melalui edukasi menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan jangkauan dan layanan kepada segmen UMKM dan wholesale.
Strategi Bank Sampoerna dalam Mendukung Pertumbuhan Kredit
Bank Sampoerna tidak hanya berfokus pada pengembangan internal, tetapi juga menjalin kerja sama strategis dengan berbagai pihak. Di segmen digital, kerja sama dengan perusahaan teknologi finansial (fintech) akan diperkuat untuk meningkatkan efisiensi dan jangkauan layanan. Sementara itu, di segmen konvensional, kerja sama dengan berbagai mitra seperti microfinance, perusahaan pembiayaan (multifinance), perusahaan pegadaian, Koperasi Simpan Pinjam (KSP), dan lembaga keuangan mikro lainnya akan ditingkatkan.
Kerja sama tersebut akan memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dan pelaku usaha di segmen wholesale. Dengan demikian, Bank Sampoerna berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan UMKM di Indonesia.
Saat ini, Bank Sampoerna telah memiliki sekitar 50.000 nasabah yang tersebar di segmen UMKM dan wholesale. Corporate Communications and Investor Relations Head Bank Sampoerna, Ridy Sudarma, menjelaskan bahwa hampir 70 persen penyaluran kredit disalurkan kepada UMKM secara tidak langsung, sementara sisanya, lebih dari 30 persen, disalurkan secara langsung.
Tantangan dan Peluang di Pasar Kredit
Meskipun optimis, Bank Sampoerna tentu menyadari tantangan yang ada di pasar kredit. Persaingan yang ketat dan kondisi ekonomi global yang dinamis menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan. Namun, Bank Sampoerna melihat peluang besar di segmen UMKM dan wholesale, mengingat potensi pertumbuhan yang signifikan di kedua segmen tersebut.
Dengan strategi yang tepat dan kerja sama yang kuat dengan berbagai mitra, Bank Sampoerna yakin dapat mencapai target pertumbuhan kredit yang telah ditetapkan. Komitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan layanan menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan dan meraih peluang di pasar yang kompetitif.
Bank Sampoerna juga akan terus memantau perkembangan ekonomi dan menyesuaikan strategi bisnisnya agar tetap relevan dan kompetitif. Komitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada nasabah dan berkontribusi pada perekonomian Indonesia tetap menjadi prioritas utama Bank Sampoerna.
Dengan target pertumbuhan kredit yang ambisius, Bank Sampoerna menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi terhadap prospek bisnisnya di tahun 2025. Strategi yang terintegrasi, baik di segmen digital maupun konvensional, diharapkan dapat mendorong pencapaian target tersebut dan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia.