Bendungan Meninting Lombok Hampir Rampung, Siap Aliri Mataram dan Lombok Barat
Pembangunan Bendungan Meninting di Lombok Barat hampir selesai, ditargetkan rampung Maret 2025 dan akan mengatasi kekurangan air di Mataram dan Lombok Barat.
Pembangunan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah mencapai progres 98 persen. Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi NTB, Fathul Gani, menyampaikan hal ini setelah mendampingi kunjungan kerja Komisi V DPR RI. Meskipun terdapat keterlambatan sekitar 60 hari dari target awal 24 Desember 2024, bendungan ini diproyeksikan selesai pada minggu kedua Maret 2025. Keterlambatan tersebut disebabkan oleh faktor cuaca dan ketersediaan material, khususnya bebatuan dengan spesifikasi khusus.
Bendungan Meninting memiliki kapasitas tampung air maksimal 12,18 juta meter kubik. Selain itu, bendungan setinggi 74 meter ini juga berfungsi mereduksi banjir hingga 53,6 hektare dan mengairi lahan pertanian seluas 1.559,29 hektare. Lebih lanjut, bendungan ini akan menyediakan pasokan air sebesar 150 liter/detik untuk Kota Mataram dan Lombok Barat, serta menyuplai pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,8 megawatt. Setelah pembangunan selesai, pengisian air akan dilakukan secara bertahap.
Meskipun pembangunan bendungan memberikan dampak sementara bagi masyarakat sekitar, seperti air yang keruh yang mempengaruhi usaha perikanan, Fathul Gani memastikan bahwa manfaat jangka panjangnya akan jauh lebih besar. Pasokan air baku sebesar 150 liter/detik akan mengatasi kekurangan air di Kecamatan Lingsar dan Gunungsari. Dengan selesainya pembangunan, diharapkan permasalahan air di wilayah tersebut dapat teratasi secara signifikan.
Kemajuan dan Tantangan Pembangunan Bendungan Meninting
Direktur Bendungan dan Danau serta Kepala Balai terkait telah menyampaikan bahwa progres pembangunan Bendungan Meninting telah mencapai 98 persen. Hanya tersisa 2 persen pekerjaan yang belum diselesaikan. Meskipun terdapat keterlambatan, pihak terkait optimis bendungan akan selesai pada minggu kedua Maret 2025. Keterlambatan ini diakui disebabkan oleh faktor cuaca dan ketersediaan material bangunan yang sesuai spesifikasi.
Salah satu tantangan utama adalah ketersediaan material, khususnya bebatuan yang memiliki spesifikasi khusus untuk pembangunan bendungan. Kondisi cuaca juga turut mempengaruhi laju pembangunan. Namun, pihak terkait berupaya untuk menyelesaikan pembangunan sesuai target yang telah ditetapkan.
Meskipun terdapat kendala, pihak terkait memastikan kualitas pembangunan tetap menjadi prioritas utama. Material yang digunakan harus memenuhi standar yang telah ditentukan untuk menjamin keamanan dan ketahanan bendungan dalam jangka panjang.
Manfaat Bendungan Meninting bagi Masyarakat Lombok
Bendungan Meninting memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lombok. Dengan kapasitas tampung air yang besar, bendungan ini akan mampu mengatasi permasalahan kekurangan air di beberapa wilayah, khususnya di Kota Mataram dan Lombok Barat. Hal ini akan berdampak positif bagi sektor pertanian dan perikanan.
Selain itu, bendungan ini juga berfungsi sebagai pengendali banjir. Dengan kemampuan mereduksi banjir hingga 53,6 hektare, bendungan ini akan melindungi lahan pertanian dan pemukiman dari ancaman banjir. Keberadaan PLTMH juga akan memberikan tambahan pasokan listrik bagi masyarakat sekitar.
Dengan selesainya pembangunan Bendungan Meninting, diharapkan akan terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat Lombok secara menyeluruh. Pasokan air yang terjamin akan mendukung sektor pertanian dan perikanan, sementara pengendalian banjir akan melindungi aset dan jiwa masyarakat. PLTMH juga akan memberikan tambahan energi terbarukan.
Meskipun terdapat dampak sementara bagi masyarakat sekitar selama proses pembangunan, manfaat jangka panjang yang akan diperoleh jauh lebih besar. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantau dan menyelesaikan pembangunan Bendungan Meninting agar dapat segera dinikmati manfaatnya oleh masyarakat.