BPOM Pastikan Makan Bergizi Gratis (MBG) Aman Dikonsumsi Selama Ramadhan
BPOM memastikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) aman dibawa pulang dan dikonsumsi selama Ramadhan, dengan upaya pendampingan dan pengaturan penyimpanan makanan untuk mencegah masalah keamanan pangan.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, memberikan jaminan keamanan pangan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan. Ia memastikan bahwa menu yang diberikan aman dikonsumsi, bahkan setelah dibawa pulang oleh anak-anak. Hal ini diungkapkan Taruna saat ditemui di Jakarta pada Selasa, 4 April 2024. Pernyataan ini menjawab kekhawatiran akan keamanan pangan mengingat MBG sering dibawa pulang oleh siswa setelah kegiatan belajar.
BPOM telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan keamanan pangan dalam program MBG. Salah satunya adalah dengan memberikan pendampingan kepada Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pendampingan ini bertujuan agar layanan MBG diberikan sesuai dengan prosedur keamanan pangan yang telah ditetapkan. Hal ini penting mengingat karakteristik bahan makanan yang berbeda dan rentan terhadap kerusakan jika tidak ditangani dengan tepat.
Taruna menjelaskan pentingnya memperhatikan masa degenerasi setiap bahan makanan, seperti daging, nasi, dan sayuran, serta reaksi yang mungkin terjadi jika dicampur dengan bahan makanan lain. BPOM merekomendasikan agar makanan dipisah-pisah dalam wadah khusus saat dibawa pulang untuk mencegah kontaminasi dan menjaga kualitasnya. Dengan demikian, keamanan pangan tetap terjaga meskipun makanan dibawa pulang.
Keamanan Pangan MBG dan Upaya Pencegahan
BPOM menekankan pentingnya menjaga keamanan pangan dalam program MBG untuk mencegah berbagai masalah kesehatan. Pemisahan makanan dalam wadah terpisah saat dibawa pulang merupakan salah satu solusi yang efektif. Hal ini bertujuan untuk mencegah kontaminasi silang antar bahan makanan dan menghindari pertumbuhan mikroorganisme yang dapat menyebabkan kerusakan dan membahayakan kesehatan.
Selain itu, pendampingan kepada SPPI dan SPPG juga berperan penting dalam memastikan kualitas dan keamanan pangan MBG. Dengan adanya pendampingan yang memadai, diharapkan para pelaksana program MBG dapat menerapkan prosedur keamanan pangan yang benar dan konsisten.
BPOM juga menyoroti pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk keberhasilan program MBG. Kerja sama dengan industri pangan, misalnya, dapat membantu dalam menyediakan bahan makanan berkualitas dan aman untuk program ini. Dengan demikian, keamanan dan kualitas nutrisi dalam MBG dapat terus terjaga.
Pentingnya MBG bagi Gizi Anak Indonesia
Taruna Ikrar juga menyoroti angka permasalahan gizi pada anak Indonesia yang cukup tinggi. Sekitar 80 persen anak Indonesia mengalami masalah gizi, meliputi 21,6 persen stunting, 40 persen defisiensi mikronutrisi, dan sekitar 20 persen kelebihan nutrisi. Oleh karena itu, program MBG dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kesehatan anak-anak Indonesia.
MBG diharapkan dapat membantu mengontrol asupan gizi anak dan mencegah penyakit degeneratif, metabolisme, dan penyakit non-infeksius lainnya. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat mengurangi angka permasalahan gizi pada anak Indonesia dan meningkatkan kualitas kesehatan mereka di masa depan.
Suksesnya program MBG membutuhkan kolaborasi yang kuat dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan industri pangan. Gotong royong dan kerja sama yang baik diharapkan dapat membuat program MBG berkelanjutan dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan anak Indonesia.
Dengan komitmen bersama, program MBG diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah gizi pada anak Indonesia dan menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif. BPOM berkomitmen untuk terus mengawasi dan memastikan keamanan pangan dalam program MBG agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh anak-anak Indonesia.