Dua Kondektur Bus di Terminal Mandalika Positif Narkoba, Ancam Keselamatan Penumpang
Dua kondektur bus di Terminal Mandalika, NTB, positif narkoba berdasarkan tes urine BNNK Mataram, menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan penumpang dan berujung pada penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Mataram, 27 Maret 2024 - Dua kondektur bus angkutan umum di Terminal Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), dinyatakan positif mengonsumsi narkoba setelah menjalani tes urine yang dilakukan oleh Tim Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mataram. Penemuan ini mengejutkan dan menimbulkan kekhawatiran serius terkait keselamatan penumpang. Tes urine dilakukan secara mendadak oleh BNNK Mataram bersama Satresnarkoba Polresta Mataram, sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penindakan penyalahgunaan narkoba di wilayah tersebut.
Kepala BNNK Mataram, Kombes Pol. Yuanita Amelia Sari, membenarkan temuan tersebut. "Iya, dua orang positif narkoba," ujarnya di Mataram, Kamis. Ia menekankan bahwa temuan ini sangat mengkhawatirkan karena kondektur bus bertanggung jawab atas keselamatan penumpang selama perjalanan. Kondisi ini tentu berisiko besar jika kondektur dalam kondisi terpengaruh narkoba.
Kedua kondektur yang berasal dari Bima ini langsung ditindaklanjuti. Mereka tidak diizinkan melanjutkan pekerjaan mengemudi dan akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Hasil tes urine tersebut akan menjadi bahan pengembangan penyelidikan untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba.
Penyelidikan Kepolisian dan Sanksi bagi Perusahaan Otobus
Kepolisian langsung melakukan interogasi awal terhadap kedua kondektur. Kepala Satresnarkoba Polresta Mataram, AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra, menjelaskan bahwa kedua kondektur tersebut positif mengonsumsi sabu-sabu, namun bukan sebagai pengedar. "Untuk yang positif narkoba hari ini kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kami tidak memberikan izin mereka untuk melakukan perjalanan," tegas Bagus. Pihak kepolisian berjanji akan menelusuri asal muasal narkoba yang dikonsumsi kedua kondektur tersebut.
Setelah pemeriksaan selesai, kedua kondektur akan dikembalikan ke BNNK Mataram untuk proses selanjutnya. Polisi berkomitmen untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba yang mungkin terkait dengan kasus ini. Langkah tegas ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Lalu Mohammad Faozal, menyatakan akan mengambil langkah tegas terhadap perusahaan otobus (PO) yang mempekerjakan kedua kondektur tersebut. "PO nanti akan saya surati, untuk tidak memberikan pekerjaan kepada yang bersangkutan," tegas Faozal. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan keselamatan dan keamanan transportasi umum.
Tes Urine Massal dan Komitmen Pencegahan
BNNK Mataram melakukan tes urine massal kepada sedikitnya 26 orang sopir dan kondektur bus angkutan umum di Terminal Mandalika. Kegiatan ini akan berlangsung selama satu pekan setelah Lebaran. Langkah preventif ini diharapkan dapat mendeteksi dini penyalahgunaan narkoba di kalangan pengemudi kendaraan umum dan mencegah potensi kecelakaan yang membahayakan nyawa penumpang.
Temuan dua kondektur positif narkoba ini menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak. Hal ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat dan pemeriksaan berkala untuk memastikan para pengemudi kendaraan umum dalam kondisi prima dan bebas dari pengaruh narkoba. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam industri transportasi.
- BNNK Mataram dan Satresnarkoba Polresta Mataram melakukan tes urine massal di Terminal Mandalika.
- Dua kondektur bus positif narkoba jenis sabu-sabu.
- Kepolisian akan menyelidiki asal-usul narkoba dan jaringan peredarannya.
- Dinas Perhubungan Provinsi NTB akan meminta PO untuk memecat kondektur yang terbukti positif narkoba.
- Tes urine akan berlangsung selama satu pekan setelah Lebaran.
Langkah-langkah tegas yang diambil oleh pihak berwenang diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa di kemudian hari. Komitmen bersama dari berbagai pihak sangat penting untuk menciptakan lingkungan transportasi yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.