Hari Quds Internasional: Seruan Aksi Global Lawan Kekejaman Israel di Gaza
Hari Quds Internasional menyerukan solidaritas global untuk Palestina, mengecam kejahatan Israel di Gaza yang telah berlangsung lebih dari 15 bulan dan menewaskan puluhan ribu warga sipil.
Lebih dari 15 bulan konflik di Gaza telah menimbulkan tragedi kemanusiaan yang mengerikan. Serangan rezim Israel yang terus meningkat telah menyebabkan pembantaian puluhan ribu warga sipil tak berdosa, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Amerika Serikat dan sekutunya mendukung Israel, memasok senjata dan peralatan yang digunakan dalam aksi kekerasan ini. Kejahatan ini terjadi di berbagai lokasi, termasuk serangan terhadap infrastruktur sipil seperti masjid, sekolah, dan rumah sakit, melanggar hukum internasional dan hukum perang.
Rezim Zionis secara terang-terangan menargetkan warga sipil, menciptakan "keseimbangan ketakutan" untuk memaksakan kehendaknya. Bahkan di bulan Ramadan, serangan brutal yang menewaskan sekitar 300 orang dalam sehari terus berlanjut. Upaya mencegah masuknya bantuan kemanusiaan menunjukkan adanya kebijakan sistematis untuk melakukan pembersihan etnis, bahkan dengan rencana pengusiran paksa warga Palestina.
Tindakan rezim Zionis di Gaza merupakan genosida, kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan pelanggaran HAM. Kebungkaman negara-negara Barat dan organisasi internasional menunjukkan kegagalan mekanisme internasional. Satu-satunya harapan adalah kesadaran masyarakat global dan tekanan opini publik untuk menghentikan pembantaian ini. Hari Quds Internasional, gagasan Imam Khomeini, menawarkan potensi untuk melawan rezim Zionis dan pendukungnya.
Solidaritas Global di Hari Quds Internasional
Hari Quds Internasional, jatuh pada Jumat terakhir Ramadan, menjadi simbol solidaritas umat Islam dan pencinta keadilan di seluruh dunia untuk rakyat Palestina. Peringatan ini mengecam penjajahan dan penindasan Israel serta mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina dan Al-Quds. Di Iran, peringatan ini ditandai dengan demonstrasi besar-besaran. Di berbagai negara, peringatan dilakukan melalui berbagai cara, termasuk kampanye daring dan seminar.
Al-Quds, kiblat pertama umat Islam, memiliki makna mendalam bagi umat Islam. Iran dan Indonesia telah lama mendukung Palestina. Negara-negara Islam lainnya perlu mengambil langkah nyata dan efektif untuk melawan rezim Zionis, memanfaatkan potensi politik, ekonomi, dan media.
Hari Quds Internasional harus menjadi poros persatuan dunia Islam, simbol solidaritas dalam isu Palestina. Penjajahan Israel adalah akar krisis di Timur Tengah, dan rezim Zionis merupakan faktor utama ketidakstabilan kawasan.
Inisiatif Republik Islam Iran yang terdaftar di PBB, yaitu referendum di antara seluruh penduduk asli Palestina (Muslim, Kristen, dan Yahudi) di bawah pengawasan PBB, dapat menjadi solusi untuk krisis ini.
Mencari Solusi Damai Konflik Palestina-Israel
Konflik yang berkepanjangan di Palestina telah menimbulkan penderitaan yang luar biasa bagi rakyat Palestina. Kekejaman yang dilakukan oleh rezim Israel terhadap warga sipil tak berdosa tidak dapat dibenarkan dan harus segera dihentikan. Dunia internasional harus mengambil peran yang lebih aktif dalam menyelesaikan konflik ini dan memastikan perlindungan bagi rakyat Palestina.
Peran Hari Quds Internasional sangat penting dalam menyatukan suara global untuk mendukung Palestina dan menuntut diakhirinya penjajahan dan kekerasan. Dukungan internasional yang kuat sangat dibutuhkan untuk mendorong perundingan damai dan solusi yang adil dan berkelanjutan bagi konflik ini.
Selain tekanan internasional, penting juga untuk mendorong dialog dan kerjasama antara semua pihak yang terlibat. Hanya melalui upaya bersama dan komitmen untuk perdamaian, solusi yang langgeng dapat dicapai. Peringatan Hari Quds Internasional harus menjadi momentum untuk memperkuat tekad global dalam mencapai perdamaian abadi di Palestina.
Solusi jangka panjang untuk konflik ini membutuhkan pendekatan holistik yang mengatasi akar penyebab konflik, termasuk ketidakadilan, penjajahan, dan pelanggaran hak asasi manusia. Komunitas internasional harus bekerja sama untuk memastikan bahwa rakyat Palestina dapat menikmati hak-hak dasar mereka, termasuk hak untuk menentukan nasib sendiri dan hidup dengan damai dan keamanan.
Peran aktif dari negara-negara Islam juga sangat penting dalam memberikan dukungan politik, ekonomi, dan kemanusiaan kepada rakyat Palestina. Solidaritas dan kerjasama antara negara-negara Islam akan memperkuat posisi tawar mereka dalam perundingan internasional dan mendorong solusi yang adil dan berkelanjutan.
Kesimpulannya, Hari Quds Internasional menjadi pengingat penting akan perjuangan rakyat Palestina dan seruan untuk solidaritas global dalam mengakhiri penjajahan dan kekerasan di Palestina. Perjuangan ini membutuhkan komitmen dan tindakan nyata dari seluruh dunia untuk mencapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
*) Hossein Mizan adalah Diplomat Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta