Kementan Pastikan Pengendalian PMK Optimal Jelang Idul Fitri 2025
Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) tetap optimal menjelang Idul Fitri 2025, dengan vaksinasi merata dan pengawasan lalu lintas hewan.
Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) di Indonesia tetap optimal menjelang Idul Fitri 1446 H, meskipun kasus sempat meningkat di awal tahun. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa Kementan telah mengalokasikan Rp100 miliar untuk 4 juta dosis vaksin, yang telah didistribusikan ke berbagai daerah. Upaya ini terbukti efektif, dengan tren kasus PMK yang kini melandai.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menjelaskan pemantauan harian rutin melalui Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional Terpadu (iSIKHNAS) untuk mengantisipasi lonjakan lalu lintas ternak menjelang Idul Fitri. Ia menekankan pentingnya penanganan cepat terhadap ternak sakit untuk mencegah penularan lebih lanjut. "Ternak sakit yang tidak segera ditangani dapat menulari ternak lain dan merugikan peternak. Kami mengimbau semua peternak dan pelaku usaha untuk segera menghubungi petugas kesehatan hewan setempat jika menemukan ternak yang sakit agar bisa segera ditangani," kata Agung.
Kementan meningkatkan kapasitas epidemiologi petugas kesehatan hewan untuk deteksi dini dan respons cepat terhadap PMK berbasis risiko. Strategi ini dinilai efektif dalam mengoptimalkan sumber daya yang terbatas. Vaksinasi PMK masif juga dilakukan, dengan Bulan Vaksinasi PMK pada Januari-Maret dan vaksinasi ulangan pada Juli-September. Hingga saat ini, vaksinasi nasional telah mencapai 1.688.651 dosis, dengan target minimal 70 persen.
Vaksinasi dan Pengawasan Lalu Lintas Hewan
Capaian vaksinasi nasional yang bersumber dari APBN telah mencapai 1.078.189 dosis (68,10 persen dari total distribusi 1.583.200 dosis). Sementara itu, vaksinasi dari APBD, hibah, CSR, feedlot, dan mandiri mencapai 607.462 dosis. Direktur Kesehatan Hewan, Imron Suandy, menyatakan bahwa Kementan telah mendistribusikan obat-obatan dan logistik pendukung ke berbagai daerah untuk mempercepat pengendalian PMK.
Evaluasi nasional per 24 Maret 2025 menunjukkan progres positif, dengan sebagian besar provinsi mencapai target vaksinasi di atas 60 persen, bahkan beberapa di atas 80 persen. Kementan berkoordinasi dengan dinas peternakan provinsi dan kabupaten/kota serta balai veteriner untuk merumuskan langkah strategis pengendalian PMK. "Kami memastikan ternak yang sakit tertangani dengan baik dan vaksinasi berjalan optimal guna mencegah penyebaran lebih luas," kata Imron.
Selain vaksinasi, pengendalian PMK juga melibatkan pengawasan ketat lalu lintas hewan dan produk hewan, penerapan biosekuriti, penyediaan pakan berkualitas, dan pemeriksaan kesehatan hewan rutin. Imron menekankan pentingnya pendekatan holistik: "Tidak cukup hanya mengandalkan vaksinasi. Semua aspek harus diperhatikan secara berkelanjutan."
Langkah Pencegahan dan Pengawasan
Upaya pemerintah bertujuan menjamin ketersediaan ternak yang aman dan sehat menjelang Idul Fitri. Sistem pengawasan lalu lintas ternak yang ketat dan penggunaan aplikasi pemantauan oleh Pejabat Otoritas Veteriner (POV) menjadi kunci pencegahan penyebaran PMK antarwilayah. Kementan mengharapkan dukungan dari semua pihak, termasuk peternak, pelaku usaha peternakan, dan masyarakat, untuk memastikan keberhasilan upaya ini. "Pastikan ternak sudah divaksin PMK dan memiliki Sertifikat Veteriner sebelum dilalulintaskan," imbau Imron.
Langkah-langkah strategis Kementan dalam pengendalian PMK:
- Alokasi anggaran Rp100 miliar untuk 4 juta dosis vaksin.
- Pemantauan harian melalui iSIKHNAS.
- Peningkatan kapasitas epidemiologi petugas kesehatan hewan.
- Bulan Vaksinasi PMK (Januari-Maret & Juli-September).
- Distribusi obat-obatan dan logistik pendukung.
- Pengawasan ketat lalu lintas hewan dan produk hewan.
- Penerapan biosekuriti dan penyediaan pakan berkualitas.
- Pemeriksaan kesehatan hewan secara rutin.
Dengan berbagai upaya tersebut, Kementan optimistis pengendalian PMK akan tetap optimal menjelang Idul Fitri 2025, memastikan ketersediaan ternak yang sehat dan aman bagi masyarakat.