Konsumsi Listrik Jakarta Diprediksi Turun 20 Persen Saat Lebaran 2025
PLN UID Jakarta Raya memprediksi penurunan konsumsi listrik hingga 20 persen selama Lebaran 2025 akibat mudik, sehingga mengimbau warga untuk mengecek instalasi listrik rumah sebelum mudik.
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya memprediksi penurunan signifikan konsumsi listrik di Jakarta hingga 20 persen selama periode mudik Lebaran 2025. Prediksi ini disampaikan oleh Senior Manager Komunikasi dan Umum (SRM KU) PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika, dalam acara media briefing di Jakarta Pusat pada Senin. Penurunan ini terjadi karena berbagai faktor, termasuk berkurangnya aktivitas di perkantoran, industri, dan rumah tangga akibat sebagian besar warga Jakarta mudik ke kampung halaman.
Menurut Haris Andika, "Sebenarnya untuk pemakaian listrik ya setiap tahunnya polanya relatif sama. Jadi, saat lebaran itu malah bebannya turun dibandingkan dengan saat hari-hari normal, mungkin sekitar 10 sampai 20 persen ada." Ia menjelaskan bahwa penurunan konsumsi listrik selama Lebaran merupakan tren yang berulang setiap tahunnya. Meskipun demikian, ia belum dapat memberikan rincian lebih lanjut terkait prediksi penurunan tersebut.
Selain penurunan konsumsi listrik selama Lebaran, Haris juga mencatat penurunan pasokan listrik di Jakarta hingga Maret 2025. Pasokan listrik hingga Maret 2025 tercatat sekitar 5.600 MegaWatt (MW), lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 6.000 MW. Penurunan ini dikaitkan dengan kondisi cuaca yang masih cenderung hujan di awal tahun 2025.
Imbauan PLN untuk Keselamatan Listrik Saat Mudik
Menjelang Lebaran 2025, PLN UID Jakarta Raya mengimbau masyarakat Jakarta untuk mengecek dan memastikan keamanan instalasi listrik di rumah masing-masing sebelum mudik. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya korsleting listrik dan potensi bahaya lainnya selama rumah ditinggal kosong.
PLN memberikan beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan warga Jakarta sebelum mudik. Pertama, lakukan pengecekan pemakaian listrik dan matikan peralatan elektronik yang tidak diperlukan selama periode mudik. Kedua, pastikan telah mengisi token listrik atau membayar tagihan listrik agar pasokan listrik tetap terjaga selama mudik. Ketiga, letakkan peralatan listrik seperti colokan, kabel, kulkas, dan lainnya di tempat yang lebih tinggi untuk mengantisipasi potensi banjir.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan listrik selama rumah ditinggal kosong. PLN berkomitmen untuk memastikan pasokan listrik tetap aman dan andal selama periode Lebaran.
Pasokan Listrik Jakarta Selama Lebaran
PLN UID Jakarta Raya memastikan kesiapan pasokan daya listrik untuk wilayah Jakarta selama Idul Fitri 1446 Hijriah. Total pasokan daya listrik yang disiapkan mencapai kurang lebih 1.900 MegaWatt (MW). Angka ini merupakan selisih antara total 'load' enam subsistem PLN UID Jakarta Raya (Jaya) sebesar 7.500 MW dan beban puncak UID Jaya sebesar 5.600 MW.
Dengan adanya prediksi penurunan konsumsi listrik dan langkah-langkah antisipasi yang telah disiapkan, PLN optimis dapat memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Jakarta selama periode Lebaran 2025. PLN juga terus memantau dan memastikan kestabilan pasokan listrik agar masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan nyaman dan aman.
PLN menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan selalu mengecek kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing. Jika ditemukan kerusakan atau masalah, segera hubungi layanan pelanggan PLN untuk mendapatkan bantuan.