Lombok Timur Kembangkan Bioflok untuk Dukung Program MBG
Kabupaten Lombok Timur akan kembangkan budidaya ikan nila dan lele sistem bioflok pada 2025 untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan meningkatkan efisiensi pakan.
Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) akan mengembangkan budidaya ikan nila dan lele dengan sistem bioflok pada tahun 2025. Langkah ini diambil sebagai upaya mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi dan ketersediaan protein hewani bagi masyarakat.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Timur menjelaskan bahwa pengembangan bioflok bertujuan untuk memenuhi kebutuhan program MBG. Program ini mensyaratkan ukuran ikan tertentu, sehingga diperlukan perencanaan budidaya yang matang. Selama ini, pemahaman masyarakat tentang budidaya ikan cenderung berfokus pada ukuran besar, padahal budidaya ikan berukuran kecil justru lebih efisien secara ekonomi.
Penerapan teknologi bioflok diyakini mampu memangkas biaya pakan hingga hampir 50 persen. Sistem ini merekayasa lingkungan kolam untuk mengoptimalkan pertumbuhan ikan dengan memanfaatkan mikroorganisme. Bioflok sendiri merupakan gabungan dari berbagai organisme seperti bakteri, jamur, alga, protozoa, dan cacing yang membentuk gumpalan dalam air kolam.
Teknologi Bioflok: Solusi Efisiensi Budi Daya Ikan
Sistem bioflok merupakan teknologi budidaya terintegrasi yang memanfaatkan simbiosis antara mikroorganisme dan ikan. Limbah organik dari ikan akan dimanfaatkan oleh mikroorganisme, sehingga mengurangi pencemaran dan kebutuhan pakan tambahan. Dengan teknologi ini, diharapkan dapat mengurangi penggunaan pakan hingga setengahnya.
Sebagai contoh, budidaya lele atau nila konvensional membutuhkan 2 kilogram pakan untuk menghasilkan 1 kilogram ikan. Namun, dengan sistem bioflok, rasio tersebut dapat ditekan menjadi 1:1. Selain itu, masa panen juga diperpendek karena target produksi adalah 10 ekor per kilogram.
Penerapan teknologi bioflok ini dinilai sangat efektif untuk mendukung program MBG. Dengan efisiensi yang dihasilkan, diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan ikan untuk program tersebut.
Edukasi dan Pelatihan untuk Petani
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berkomitmen untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada para petani budidaya ikan. Hal ini penting untuk memastikan keberhasilan penerapan teknologi bioflok dan tercapainya target produksi yang diinginkan.
Para petani akan dilatih untuk mengelola sistem bioflok dengan baik, mulai dari persiapan kolam hingga panen. Tujuannya adalah agar para petani dapat mempraktikkan teknologi ini secara mandiri dan meningkatkan pendapatan mereka.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah, diharapkan teknologi bioflok dapat diadopsi secara luas oleh para petani di Lombok Timur. Hal ini akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan keberhasilan program MBG.
Keunggulan Sistem Bioflok:
- Mengurangi penggunaan pakan hingga 50 persen.
- Memperpendek masa panen.
- Meningkatkan efisiensi produksi.
- Ramah lingkungan.
Dengan pengembangan bioflok ini, Lombok Timur berupaya untuk memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program MBG dan meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya ikan. Target produksi 10 ekor per kilogram diharapkan dapat tercapai melalui pelatihan dan pendampingan yang intensif kepada para petani.