Olahraga Pagi Tingkatkan Kecerdasan Siswa: Kata Mendikbudristek
Mendikbudristek, Abdul Mu'ti, menekankan pentingnya olahraga pagi bagi siswa untuk meningkatkan kecerdasan dan semangat belajar, didukung pola makan sehat dan bergizi.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) RI, Abdul Mu'ti, baru-baru ini menyoroti peran penting olahraga bagi peningkatan kecerdasan siswa. Dalam kunjungannya ke Pangkalpinang pada Minggu, 19 Januari 2024, beliau mengajak ratusan siswa mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat di GOR Sahabuddin. Menurutnya, olahraga pagi, meski ringan, sangat bermanfaat bagi perkembangan otak.
Mu'ti menjelaskan, olahraga ringan seperti menggerakkan anggota tubuh, cukup efektif meningkatkan sirkulasi darah ke otak. 'Olahraga pagi ini tidak perlu berat-berat, cukup menggerakan anggota tubuh ke kanan dan kiri,' ujarnya. Dengan peredaran darah lancar, otak pun akan lebih optimal dalam menyerap pelajaran. Ia menambahkan, kurangnya aktivitas fisik seringkali menyebabkan rasa kantuk dan penurunan semangat belajar.
Lebih lanjut, Mendikbudristek menjelaskan mekanisme peningkatan kecerdasan melalui olahraga. Gerakan sederhana, seperti memutar kepala ke kanan dan kiri, sudah cukup untuk menstimulasi aliran darah ke otak. Hal ini, menurutnya, berdampak signifikan terhadap semangat dan kemampuan belajar siswa. 'Dengan berolahraga ringan ini tentunya energi kita terkirim dengan baik ke otak dan peredaran darah menjadi lancar, kemudian semangat belajar menjadi lebih tinggi,' tegasnya.
Namun, Mu'ti juga menekankan pentingnya nutrisi seimbang untuk mendukung proses belajar. 'Meningkatkan semangat belajar ini tentu juga diiringi dengan makan sehat dan bergizi,' tambahnya. Asupan makanan bergizi akan menghasilkan jasmani yang kuat, sehingga siswa dapat lebih fokus dan produktif dalam belajar. Ia mendorong siswa untuk membiasakan konsumsi makanan alami dan menghindari makanan olahan yang minim nutrisi.
Dalam kesempatan tersebut, Mendikbudristek juga mengingatkan bahaya mengonsumsi makanan tidak sehat yang tinggi kalori namun rendah gizi. Beliau menyarankan siswa untuk lebih memilih makanan alami yang kaya akan protein dan vitamin. 'Para pelajar jangan membiasakan memakan makanan tidak sehat, karena saat ini banyak makanan enak, tetapi tidak ada kandungan gizi, protein, vitamin tidak ada, dan kalorinya tidak terpenuhi. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat, khususnya pelajar membiasakan makan makanan alami karena lebih sehat,' pesannya.
Kesimpulannya, Mendikbudristek Abdul Mu'ti mengajak para siswa untuk menjadikan olahraga pagi dan pola makan sehat sebagai kebiasaan. Kedua hal ini terbukti berkontribusi positif terhadap peningkatan kecerdasan dan semangat belajar siswa, membentuk generasi penerus bangsa yang sehat dan cerdas.