Pemkot Pematangsiantar Gelar Pasar Murah Jelang Ramadhan 2025: Jamin Keterjangkauan Harga Bahan Pokok
Pemerintah Kota Pematangsiantar menggelar pasar murah dan razia pasar untuk memastikan keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat jelang Ramadhan 2025.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pematangsiantar, Sumatera Utara, mengambil langkah proaktif dalam menghadapi bulan Ramadhan 1446 Hijriah atau tahun 2025. Pemkot menggelar pasar murah di berbagai lokasi sebagai upaya memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi kenaikan harga menjelang bulan suci.
Wakil Wali Kota Pematangsiantar, Herlina, dalam rapat teknis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan program 100 hari kerja pada Senin (24/2), menekankan pentingnya kesiapan yang matang. "Untuk itu berbagai persiapan terus dimatangkan. Kita ingin pasar murah tersebut benar-benar dapat menjangkau semua lapisan masyarakat," ujar Herlina. Selain pasar murah, Pemkot juga akan melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar tradisional untuk memantau ketersediaan dan harga bahan pokok.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Pemkot Pematangsiantar dalam menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang. Herlina mengajak seluruh anggota TPID untuk bersinergi dalam mengimplementasikan strategi yang tertuang dalam peta pengendalian inflasi tahun 2025-2027, meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.
Pasar Murah dan Pengawasan Harga
Gelaran pasar murah menjadi salah satu fokus utama Pemkot Pematangsiantar dalam menghadapi bulan Ramadhan. Pasar murah diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar umum. Pemkot berkomitmen untuk memastikan program ini berjalan efektif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan.
Selain menggelar pasar murah, Pemkot juga akan meningkatkan pengawasan terhadap harga-harga di pasar tradisional. Inspeksi mendadak akan dilakukan secara berkala untuk mencegah praktik-praktik curang yang dapat memicu kenaikan harga. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok tetap terjaga.
Kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk pedagang dan distributor, sangat penting dalam keberhasilan program ini. Pemkot berharap adanya kerjasama yang baik untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap lancar dan harga tetap stabil.
13 Program 100 Hari Kerja Pemkot Pematangsiantar
Dalam rapat tersebut, Wakil Wali Kota Herlina juga memaparkan 13 program 100 hari kerja Pemkot Pematangsiantar yang selaras dengan visi misi Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras (CS Keras). Program-program ini mencakup berbagai sektor, mulai dari pendidikan, infrastruktur, hingga pemberdayaan masyarakat.
Beberapa program unggulan antara lain pembentukan kelompok kerja pembentukan Universitas Negeri, pemanfaatan Stadion Sangnawaluh dan Terminal Tanjung Pinggir, penataan odong-odong, peningkatan ketahanan pangan, serta program pola asuh anak dan pengaduan masyarakat. Program lainnya meliputi pengelolaan sampah, festival Bah Bolon, apresiasi masyarakat kreatif, gerakan ASN berkinerja, gerakan cinta dan dukung produk UMKM, dan tes narkoba bagi pelajar dan ASN.
Pemkot Pematangsiantar berharap seluruh program tersebut dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kerjasama dan dukungan dari seluruh pihak sangat diperlukan untuk mencapai keberhasilan program 100 hari kerja ini.
Kesimpulan: Pemkot Pematangsiantar berupaya maksimal dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat, khususnya menjelang Ramadhan 2025. Pasar murah dan pengawasan harga menjadi strategi kunci dalam upaya tersebut, didukung oleh program 100 hari kerja yang komprehensif.