Pemprov Babel Gencarkan Sidak LPG Subsidi Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2025
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung gencar melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan stok dan penyaluran LPG bersubsidi aman dan tepat sasaran selama Ramadhan hingga Idul Fitri 2025.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) meningkatkan pengawasan terhadap penyaluran LPG bersubsidi. Sidak dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan penyaluran gas bersubsidi tepat sasaran selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri 1446 H, atau tepatnya tahun 2025. Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi kelangkaan gas yang kerap terjadi menjelang hari raya besar.
Penjabat Gubernur Kepulauan Babel, Sugito, menginstruksikan tim Biro Ekonomi Pembangunan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk meningkatkan pengawasan dan pemantauan stok serta distribusi LPG bersubsidi. Koordinasi yang intensif dengan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan pengawasan ini. Pemprov Babel telah melakukan rapat koordinasi dengan Pertamina, DPRD, OPD terkait, dan pemerintah kabupaten/kota untuk membahas strategi pencegahan kelangkaan gas bersubsidi.
Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan LPG 3 kilogram bagi masyarakat, terutama selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Pengawasan ini juga bertujuan untuk memastikan penyaluran LPG bersubsidi tepat sasaran, sehingga bantuan pemerintah benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan.
Pengawasan Ketat Distribusi LPG Subsidi di Babel
Pengawasan terhadap distribusi LPG bersubsidi di Kepulauan Babel difokuskan pada tiga hal utama. Pertama, memastikan ketersediaan pasokan gas LPG 3 kilogram yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Kedua, memastikan penyaluran LPG tepat sasaran, sehingga hanya masyarakat yang berhak yang menerima subsidi. Ketiga, memperkuat koordinasi antar instansi terkait, mengingat operasional penyaluran berada di tingkat kabupaten dan kota.
Penjabat Gubernur Sugito menekankan pentingnya sidak untuk mengetahui kondisi riil pasokan, stok, dan distribusi LPG bersubsidi di masyarakat. Hal ini penting untuk memastikan program subsidi tepat sasaran dan mencegah terjadinya kelangkaan gas di pasaran. Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan masyarakat dapat memperoleh gas LPG bersubsidi dengan lancar tanpa kendala.
Sales Area Manager Pertamina Wilayah Kepulauan Babel, Andrew Wisnhuwardhana, menyatakan perlunya sinergi yang kuat antara Pertamina dan pemerintah daerah. Keakuratan data menjadi kunci keberhasilan penyaluran LPG bersubsidi yang tepat sasaran. Dengan data yang akurat dan valid, penyaluran dapat dilakukan secara by name by address, sehingga subsidi benar-benar tepat sasaran.
Sinergi Pemerintah dan Pertamina untuk Tepat Sasaran
Andrew menambahkan, "Untuk saling melihat datanya sudah benar atau belum, jika sudah benar, maka dengan by name by address, kita akan menyalurkan ke rumah tangga yang benar-benar berhak, sehingga subsidi menjadi tepat sasaran." Pernyataan ini menekankan pentingnya kolaborasi data antara Pertamina dan pemerintah daerah untuk memastikan efektivitas program subsidi LPG.
Koordinasi yang baik antara Pemprov Babel, Pertamina, dan pemerintah kabupaten/kota sangat krusial dalam memastikan keberhasilan program ini. Dengan adanya pengawasan yang ketat dan data yang akurat, diharapkan penyaluran LPG bersubsidi dapat berjalan lancar dan tepat sasaran, sehingga masyarakat dapat merayakan Ramadhan dan Idul Fitri dengan tenang tanpa khawatir akan kelangkaan gas.
Melalui langkah-langkah ini, Pemprov Babel berupaya untuk memastikan ketersediaan dan penyaluran LPG bersubsidi berjalan dengan baik dan lancar selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Hal ini menunjukkan komitmen Pemprov Babel untuk membantu masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan, agar dapat merayakan hari raya dengan nyaman dan tenang.
Dengan adanya pengawasan yang intensif dan koordinasi yang baik antara berbagai pihak, diharapkan program subsidi LPG dapat berjalan efektif dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.