Pertamina EP Pastikan Tak Ada Kebocoran Limbah di Ngampel, Bojonegoro
Pertamina EP Cepu Zona 11 Sukowati Field memastikan tidak ada kebocoran limbah di Ngampel, Bojonegoro, melainkan ceceran solar dari genset rekanan yang masuk ke saluran air.
Bojonegoro, Jawa Timur, 18 Februari 2024 - Warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro sempat dihebohkan dengan laporan dugaan kebocoran limbah di sekitar Lapangan Sukowati Pad B. Namun, Pertamina EP Cepu Zona 11 Sukowati Field dengan tegas memastikan tidak ada kebocoran limbah dari area produksi mereka.
Investigasi Pertamina EP
Setelah menerima laporan tersebut, Pertamina EP Sukowati langsung bergerak cepat. Manajer Sukowati Field, Arif Rahman Hakim, menyatakan bahwa timnya melakukan pengecekan menyeluruh di area fasilitas produksi Pad B. Hasilnya? Tidak ditemukan kebocoran limbah dari fasilitas produksi Pertamina EP. Penyelidikan kemudian diperluas hingga ke area pengeboran sumur SKW 38.
Proses investigasi yang detail ini dilakukan untuk memastikan sumber ceceran yang dilaporkan warga. Tim menelusuri setiap sudut lokasi untuk mengidentifikasi penyebabnya. Arif menegaskan, "Setelah dilakukan pengecekan di area fasilitas produksi Pad B dipastikan tidak ada limbah yang keluar dari lokasi."
Sumber Ceceran Solar Teridentifikasi
Hasil penyelidikan mengungkap sumber ceceran yang mencemari saluran air. Ternyata, ceceran tersebut berasal dari genset milik salah satu rekanan kontraktor Pertamina EP yang sedang melakukan pekerjaan water treatment di pengeboran sumur SKW 38. Lebih tepatnya, ceceran berasal dari bak penampung genset yang meluap akibat curah hujan tinggi di area tersebut.
Arif menjelaskan, "Ceceran solar tersebut berasal dari bak penampung genset perusahaan yang tengah melakukan pekerjaan water treatment di pengeboran sumur SKW 38. Posisi bak penampung meluap karena curah hujan yang cukup tinggi di area Desa Ngampel, mengakibatkan ceceran solar tersebut masuk ke area saluran air yang berada di luar pagar."
Langkah Perbaikan dan Pencegahan
Pertamina EP langsung mengambil tindakan. Mereka membersihkan ceceran solar dari saluran air untuk mencegah pencemaran lebih lanjut. Selain itu, teguran keras diberikan kepada rekanan terkait pengelolaan fasilitas yang kurang baik. Arif menambahkan, "Kemudian dilakukan pembersihan, supaya ceceran solar tidak lagi ada dalam saluran air. Serta memberikan teguran kepada rekanan untuk segera memperbaiki pengelolaan fasilitas yang berada di area sumur."
Pertamina EP juga berkomitmen untuk melakukan investigasi lebih lanjut terkait laporan warga mengenai pembuangan limbah oleh pekerja vendor. Kerjasama dengan tim drilling dan para vendor akan dilakukan untuk mengungkap kebenaran laporan tersebut. Jika terbukti ada pelanggaran, sanksi tegas akan diberikan sesuai aturan yang berlaku. Arif menekankan, "Jika terbukti, dipastikan akan memberikan peringatan keras kepada kontraktor sesuai dengan aturan yang berlaku."
Kesimpulan
Peristiwa di Desa Ngampel ini menyoroti pentingnya pengelolaan limbah dan pengawasan yang ketat terhadap aktivitas rekanan. Meskipun bukan berasal dari fasilitas produksi Pertamina EP, kejadian ini menjadi pelajaran berharga dalam menjaga lingkungan dan memastikan keselamatan masyarakat sekitar. Komitmen Pertamina EP untuk bertanggung jawab dan melakukan investigasi menyeluruh patut diapresiasi.