Polda Jatim Buka Posko Identifikasi Korban Longsor Pacet-Cangar
Polda Jatim membuka posko antemortem di RS Bhayangkara Kota Batu untuk identifikasi enam korban meninggal longsor Pacet-Cangar, membantu keluarga melacak identitas korban melalui ciri fisik dan barang bawaan.
Tragedi longsor di jalur Pacet-Cangar, Jawa Timur, telah merenggut enam nyawa. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (3/4) ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Untuk mempercepat proses identifikasi, Polda Jawa Timur telah mendirikan posko antemortem di Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata, Kota Batu. Posko ini difungsikan untuk membantu keluarga korban mengidentifikasi anggota keluarganya yang menjadi korban.
Proses identifikasi korban longsor Pacet-Cangar ini melibatkan tim gabungan dari berbagai unsur, termasuk BPBD, Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan Perhutani. Keenam jenazah korban, terdiri dari dua anak-anak (usia empat dan dua tahun), satu wanita, dan tiga pria, telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata untuk proses identifikasi lebih lanjut. Kabiddokkes Polda Jatim, Kombes Pol M Khusnan Marzuki, menjelaskan pentingnya posko antemortem dalam membantu proses identifikasi ini.
Keluarga korban dapat mendatangi posko antemortem untuk melaporkan ciri-ciri fisik dan barang bawaan korban. Informasi ini akan sangat membantu tim identifikasi dalam mencocokkan data dan memastikan identitas para korban. "Untuk posko antemortem sudah kami bentuk, keluarga bisa ke sini," ujar Kombes Pol M Khusnan Marzuki. Proses identifikasi yang akurat dan teliti menjadi prioritas utama dalam kasus ini.
Identifikasi Korban Longsor Pacet-Cangar
Proses identifikasi korban longsor Pacet-Cangar dilakukan secara hati-hati dan teliti. Kabiddokkes Polda Jatim menegaskan bahwa proses identifikasi tidak bisa dilakukan secara sembarangan. "Laporan kami data dan dilakukan pencocokan, baik itu dari fisik maupun properti (barang) yang dipakai," jelasnya. Oleh karena itu, pihak berwenang masih belum dapat memberikan keterangan detail mengenai identitas masing-masing korban sampai proses identifikasi selesai.
Salah satu keluarga korban, Wahyu Jatmiko (45), menceritakan bahwa ia baru mengetahui musibah yang menimpa enam anggota keluarganya pada Kamis malam. "Awalnya keluarga tidak tahu, tetapi malam itu dapat kabar dari kedokteran polisi kalau keluarga kami terkena musibah. Kemudian saat malam itu juga saya berangkat ke posko di lokasi," tuturnya. Anggota keluarganya yang menjadi korban berada di dalam mobil MPV Toyota Innova saat kejadian.
Mereka tengah dalam perjalanan menuju rumah besan di daerah Selecta, Kota Batu, untuk bersilaturahmi Idul Fitri. "Dari rumah akan sambang Idul Fitri ke rumah besan di daerah Selecta, Kota Batu. Berangkatnya pagi," jelas Wahyu. Kejadian ini tentu meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.
Proses identifikasi masih terus berlangsung. Pihak berwenang bekerja keras untuk memastikan identitas keenam korban dan memberikan kepastian kepada keluarga yang sedang berduka. Posko antemortem yang didirikan Polda Jatim diharapkan dapat mempercepat dan mempermudah proses identifikasi ini. Dukungan dan doa dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk membantu meringankan beban keluarga korban.
Penjelasan Lebih Lanjut Mengenai Posko Antemortem
Posko antemortem yang didirikan di Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata, Kota Batu, bertujuan untuk mengumpulkan informasi antemortem dari keluarga korban. Informasi ini meliputi ciri-ciri fisik korban, seperti tinggi badan, berat badan, tanda lahir, bekas luka, dan barang-barang pribadi yang dikenakan atau dibawa korban saat kejadian. Informasi ini akan dicocokkan dengan data postmortem yang diperoleh dari hasil autopsi jenazah.
Proses pencocokan data antemortem dan postmortem ini sangat penting untuk memastikan identitas korban secara akurat. Tim identifikasi akan melakukan analisis yang cermat dan teliti untuk memastikan kecocokan data. Proses ini membutuhkan waktu dan kesabaran, mengingat kondisi jenazah yang mungkin mengalami kerusakan akibat longsor.
Polda Jatim berharap dengan adanya posko antemortem ini, proses identifikasi dapat berjalan lebih cepat dan efisien. Kerja sama dan dukungan dari keluarga korban sangat penting dalam keberhasilan proses identifikasi ini. Informasi yang akurat dan lengkap dari keluarga akan sangat membantu tim identifikasi dalam mengungkap identitas keenam korban longsor Pacet-Cangar.
Selain itu, Polda Jatim juga berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan proses identifikasi berjalan lancar dan sesuai prosedur. Proses identifikasi ini merupakan bagian penting dari upaya untuk memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi keluarga korban.
Semoga dengan adanya posko ini, keluarga korban dapat segera mendapatkan kepastian dan dapat segera meringankan duka cita yang mendalam.