Prabowo Panggil Menteri hingga Kepala Danantara, Bahas Proyek Strategis US$20 Miliar?
Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat terbatas membahas proyek strategis Danantara senilai US$20 miliar, melibatkan menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga.
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 24 Februari 2024. Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga, termasuk Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani. Rapat ini berlangsung setelah peluncuran resmi Danantara, sovereign wealth fund (SWF) Indonesia pagi harinya.
Pembahasan utama rapat masih belum diungkapkan secara resmi. Namun, kehadiran sejumlah pejabat kunci dari berbagai kementerian dan lembaga mengindikasikan rapat tersebut membahas hal-hal penting yang berkaitan dengan pengelolaan dan proyek-proyek strategis Danantara. Salah satu pejabat yang hadir, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, menyatakan belum dapat memberikan informasi detail sebelum rapat selesai. "Saya belum tahu, nanti setelah rapat saya infokan ya," ujar Dadan kepada awak media.
Rapat tersebut dihadiri oleh berbagai pihak penting, mulai dari Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Menteri BUMN Erick Thohir, hingga pejabat eselon tinggi di beberapa kementerian dan lembaga terkait. Kehadiran pejabat-pejabat ini menunjukkan pentingnya koordinasi dan sinergi antar kementerian dalam mendukung keberhasilan Danantara.
Proyek Strategis Danantara dan Rapat Terbatas
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa rapat terbatas tersebut membahas proyek-proyek strategis yang akan didanai oleh Danantara. Seperti yang disampaikan Presiden Prabowo saat peluncuran Danantara, gelombang pertama investasi senilai US$20 miliar akan dialokasikan untuk 20 proyek strategis. Proyek-proyek tersebut mencakup berbagai sektor, termasuk hilirisasi nikel, bauksit, dan tembaga; pembangunan pusat data; pengembangan kecerdasan buatan; pembangunan kilang minyak dan pabrik petrokimia; peningkatan produksi pangan dan protein; pengembangan akuakultur; serta pengembangan energi terbarukan.
Kehadiran Wakil Menteri Koperasi, Wakil Menteri Pertanian, Wakil Kepala BGN, Direktur Utama PT Agro Industri Nasional (Agrinas), serta Chief Investment Officer (CIO) dan Chief Operating Officer (COO) Danantara dalam rapat tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa pembahasan difokuskan pada implementasi proyek-proyek strategis tersebut. Koordinasi yang erat antar kementerian dan lembaga terkait sangat penting untuk memastikan keberhasilan proyek-proyek tersebut.
Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kemitraan strategis antara BUMN, swasta, dan UMKM dalam pelaksanaan proyek-proyek ini, khususnya dalam sektor infrastruktur, energi terbarukan, dan pendidikan. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam pembangunan nasional.
Harapan dan Tantangan Danantara
Peluncuran Danantara menandai babak baru bagi BUMN di Indonesia. Presiden Prabowo memandang BUMN bukan hanya sebagai entitas bisnis, tetapi sebagai aset nasional yang berperan penting dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Danantara diharapkan mampu menjadi agen pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, yang membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Namun, pengelolaan Danantara juga dihadapkan pada tantangan yang tidak sedikit. Presiden Prabowo menekankan pentingnya penerapan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan dana yang bertanggung jawab. "Oleh karena itu, BUMN harus beroperasi dengan standar yang tinggi, (good) governance yang terbaik, BUMN harus mengedepankan inovasi, gagasan besar, transparansi, kemajuan teknologi, sekaligus menjaga disiplin, kehati-hatian serta komitmen terhadap tata kelola yang baik dan pengelolaan yang bertanggung jawab," tegas Prabowo.
Rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo ini diharapkan dapat menghasilkan strategi dan rencana aksi yang komprehensif untuk memastikan keberhasilan Danantara dalam mencapai tujuannya. Keberhasilan Danantara akan sangat bergantung pada koordinasi, kolaborasi, dan komitmen semua pihak yang terlibat.
Peluncuran Danantara sendiri dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk mantan Presiden Joko Widodo dan Susilo Bambang Yudhoyono, serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kehadiran mereka semakin menggarisbawahi pentingnya Danantara bagi masa depan ekonomi Indonesia.
Daftar Kehadiran Rapat Terbatas
- Presiden Prabowo Subianto
- Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi
- Menteri BUMN Erick Thohir
- Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani
- Wakil Menteri Koperasi
- Wakil Menteri Pertanian
- Wakil Kepala BGN
- Direktur Utama PT Agro Industri Nasional (Agrinas)
- Chief Investment Officer (CIO) Danantara
- Chief Operating Officer (COO) Danantara