Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Idul Fitri kepada Pemimpin Dunia, dari Erdogan hingga Macron
Presiden Prabowo Subianto melakukan komunikasi bilateral dengan sejumlah pemimpin negara sahabat, seperti Presiden Turki Erdogan dan PM Malaysia Anwar Ibrahim, untuk saling bertukar ucapan selamat Idul Fitri 1446 H.
Presiden Prabowo Subianto, pada Idul Fitri 1446 Hijriah, melaksanakan serangkaian komunikasi bilateral dengan sejumlah pemimpin negara sahabat. Ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri disampaikan dan diterima melalui sambungan telepon, menunjukkan silaturahmi internasional yang hangat di tengah perayaan hari besar umat Islam ini. Peristiwa ini terjadi di Jakarta, pada Senin, 31 Maret 2025, setelah penetapan Idul Fitri oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya secara resmi mengumumkan hal ini melalui siaran pers Sekretariat Kabinet. Beliau menjelaskan bahwa Presiden Prabowo tidak hanya menerima ucapan, tetapi juga menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada para pemimpin negara tersebut. Komunikasi ini menjadi bukti pentingnya hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara lain, khususnya dalam konteks perayaan keagamaan.
Perbedaan tanggal perayaan Idul Fitri di berbagai negara turut menjadi latar belakang komunikasi ini. Beberapa negara merayakan Idul Fitri pada 30 Maret, sementara yang lain, termasuk Indonesia, merayakannya pada 31 Maret. Hal ini menunjukkan keragaman dalam penentuan kalender hijriah, namun tidak mengurangi semangat persaudaraan dan saling menghormati antar negara.
Silaturahmi Internasional Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto berkomunikasi langsung dengan lima pemimpin negara. Mereka adalah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim, Raja Malaysia Yang Dipertuan Agung XVII Sultan Ibrahim, Raja Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah, dan Presiden Perancis Emmanuel Macron. Percakapan tersebut menandai hubungan baik Indonesia dengan negara-negara tersebut, yang terjalin dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, politik, dan budaya.
Pemilihan komunikasi melalui sambungan telepon menunjukkan efisiensi dan kepraktisan dalam menjalin silaturahmi internasional di era modern. Hal ini memungkinkan Presiden Prabowo untuk berkomunikasi dengan beberapa pemimpin negara dalam waktu yang relatif singkat, sekaligus menunjukkan kesigapan dalam mempertahankan hubungan diplomatik yang baik.
Komunikasi ini juga mencerminkan pentingnya peran Indonesia dalam kancah internasional. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki peran strategis dalam memperkuat persaudaraan dan kerja sama antar negara, terutama di antara negara-negara berpenduduk muslim.
Ucapan selamat Idul Fitri dari dan kepada para pemimpin negara ini menunjukkan penghormatan antar budaya dan agama, serta menguatkan ikatan persahabatan antar bangsa.
Perayaan Idul Fitri di Indonesia
Di Indonesia sendiri, Presiden Prabowo Subianto merayakan Idul Fitri dengan melaksanakan shalat Id di Masjid Istiqlal bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan sejumlah menteri serta wakil menteri Kabinet Merah Putih. Setelah shalat Id, beliau menggelar open house di Istana Negara.
Acara open house tersebut dihadiri oleh ribuan warga Indonesia. Kehadiran masyarakat umum menunjukkan semangat kebersamaan dan kehangatan dalam merayakan Idul Fitri di Indonesia. Acara ini menjadi simbol persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Lebih dari 5.000 orang menghadiri acara open house di Istana Negara. Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam berpartisipasi dalam acara tersebut, serta menunjukkan kedekatan antara pemerintah dan rakyat.
Perayaan Idul Fitri di Indonesia tahun ini berlangsung dengan meriah dan khusyuk, ditandai dengan pelaksanaan ibadah dan acara silaturahmi yang melibatkan berbagai kalangan masyarakat.
Menteri Agama, Nazaruddin Umar, telah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Penetapan ini dilakukan setelah melalui Sidang Isbat yang digelar di Kantor Kemenag, Jakarta.
Kesimpulan
Perayaan Idul Fitri 1446 H menjadi momentum penting bagi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat hubungan diplomatik Indonesia dengan negara sahabat. Komunikasi bilateral dengan berbagai pemimpin negara, di samping perayaan Idul Fitri di dalam negeri, menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga hubungan internasional yang harmonis dan saling menghormati.