Satgas Pangan Polda Kepri Awasi Distribusi Pangan Jelang Ramadhan: Harga Bawang Merah dan Daging Beku Naik
Satgas Pangan Polda Kepri gencar awasi distribusi pangan di Kepri jelang Ramadhan untuk mencegah kelangkaan dan kenaikan harga, khususnya komoditas bawang merah dan daging beku.
Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau (Kepri) melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangannya gencar mengawasi distribusi pangan di wilayah tersebut menjelang bulan suci Ramadhan. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan bahan pokok di pasaran tetap lancar dan harga-harga tetap stabil, mencegah potensi kelangkaan dan kenaikan harga yang memberatkan masyarakat.
"Kami (Satgas Pangan) juga berkoordinasi dengan teman-teman di pelabuhan, sebenarnya keterlambatan (pasokan pangan) juga ada faktor cuaca, bukan faktor yang lain maupun dari tambat kapal," jelas Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) I Indak Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Ruslaeni di Batam, Jumat (28/2).
Pengawasan ini dilakukan sebagai respon terhadap beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, meskipun secara umum harga bahan pokok relatif stabil. Berdasarkan pengecekan di Pasar Induk Tos 3000 Batam pada Kamis (27/2), bawang merah dan daging beku mengalami kenaikan harga akibat keterlambatan pasokan.
Pemantauan Rutin di Pasar, Gudang, dan Pelabuhan
Satgas Pangan Polda Kepri tidak hanya melakukan pengecekan sekali saja. Mereka akan rutin melakukan pengawasan di berbagai titik, mulai dari pasar-pasar tradisional, gudang penyimpanan bahan pangan, hingga pelabuhan untuk memastikan kelancaran distribusi.
"Terkait hal itu Satgas Pangan bersama instansi terkait bersama-sama melakukan pengecekan rutin. Pengecekan pasar kemarin tidak sekali itu saja, kami akan mengambil waktu acak untuk melakukan pengecekan ke distributor, termasuk pelabuhan," ujar AKBP Ruslaeni.
Pemantauan ini juga melibatkan Polres jajaran di wilayah hukum Polda Kepri. Koordinasi telah dilakukan dengan para Kasatreskrim dan kepala Satgas Pangan wilayah Polres untuk melakukan pengecekan pasar dan memantau harga di masing-masing wilayah.
"Iya, kemarin kami rapatkan ke Satgas Pangan di wilayah Polres jajaran, kami sudah kumpulkan para Kasatreskrim maupun kepala Satgas Pangan wilayah Polres untuk berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan pengecekan pasar dan memantau harga di wilayah masing-masing," tambahnya.
Penindakan Pelanggaran dan Imbauan kepada Pedagang
AKBP Ruslaeni menegaskan bahwa Satgas Pangan akan menindak tegas setiap pelanggaran yang ditemukan. Jika ada pedagang atau distributor yang melakukan praktik curang yang menyebabkan hambatan pasokan dan kenaikan harga, mereka akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Apabila ada pelanggaran di lapangan, kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait sebatas mana pelanggaran-pelanggaran dilakukan," tegasnya.
Selain penindakan, Satgas Pangan juga mengimbau kepada pedagang dan distributor untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok, khususnya selama Ramadhan dan Lebaran. Mereka diharapkan untuk mengambil keuntungan yang wajar dan tidak memberatkan masyarakat.
"Untuk rekan-rekan distributor maupun pedagang kami harapkan untuk menjaga stabilitas harga meskipun ada kenaikan kami harapkan ambil keuntungan sewajarnya, jangan memberatkan masyarakat," pesannya.
Ketersediaan Beras Aman hingga Dua Bulan Ke Depan
Hasil pengawasan bersama pemerintah daerah memastikan ketersediaan bahan pokok, terutama beras, di Kepri aman hingga dua bulan ke depan. Hal ini disampaikan AKBP Ruslaeni untuk menenangkan masyarakat agar tidak perlu khawatir akan kekurangan bahan pangan.
"Kami dari Satgas Pangan dengan instansi pemerintah akan mengecek gudang-gudang penyimpanan sembako, kami akan berkoordinasi dengan distributor yang ada di Batam untuk memastikan stok yang ada di gudang-gudang. Kami mengecek ke Bulog dan berkoordinasi dengan teman-teman distributor untuk stok dua bulan ke depan sampai setelah Lebaran aman, untuk stok sembako di Kepri, khususnya Batam aman," pungkas Ruslaeni.
Langkah-langkah pengawasan yang dilakukan oleh Satgas Pangan Polda Kepri ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama bulan Ramadhan dan Lebaran di Kepulauan Riau.