Struktur Pengurus BPI Danantara: Jaminan Kepercayaan Investor, Pacu Ekonomi Indonesia?
Komisi XI DPR menilai struktur pengurus Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mumpuni dan mampu menarik kepercayaan investor, mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Jakarta, 24 Februari 2024 - Pengangkatan pengurus Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) telah menimbulkan optimisme di kalangan investor. Anggota Komisi XI DPR, Muhammad Kholid, menilai struktur kepengurusan yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto memiliki potensi besar untuk menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pembentukan BPI Danantara sendiri diresmikan hari ini, ditargetkan mengelola aset lebih dari 900 miliar dolar AS dengan dana awal sekitar 20 miliar dolar AS.
Kholid menekankan rekam jejak para pemimpin Danantara sebagai faktor kunci kepercayaan investor. Pemilihan Rosan Roeslani sebagai CEO, Pandu Sjahrir sebagai CIO, dan Dony Oskaria sebagai COO dinilai tepat. Pengalaman Rosan Roeslani sebagai mantan Menteri Investasi dan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, serta reputasi Pandu Sjahrir di bidang fintech dan e-commerce, dianggap mampu memberikan keyakinan kepada pasar.
Kehadiran figur-figur berpengalaman ini diharapkan mampu menarik investasi asing dan domestik dalam jumlah besar. Hal ini sejalan dengan tujuan pembentukan Danantara sebagai sovereign wealth fund (SWF) Indonesia, yaitu untuk mengelola aset negara secara profesional dan menghasilkan keuntungan yang optimal bagi perekonomian nasional. Kholid optimistis Danantara akan menjadi terobosan signifikan dalam meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan kerja baru.
Rekam Jejak Mentereng, Tingkatkan Kepercayaan Investor
Muhammad Kholid secara khusus memuji rekam jejak Rosan Roeslani dan Pandu Sjahrir. "Dengan ditunjuknya orang-orang yang punya figur rekam jejak yang bagus di market, di investasi, itu memberikan confidence level yang bagus buat para investor," ujar Kholid. Ia menambahkan, pengalaman Rosan Roeslani di dunia investasi dan pemerintahan membuatnya figur yang kredibel di mata investor. Sementara, keahlian Pandu Sjahrir di bidang teknologi dan keuangan, khususnya di sektor fintech dan e-commerce, dinilai sangat relevan dengan perkembangan ekonomi digital saat ini.
Kholid juga menyoroti peran Erick Thohir sebagai Ketua Dewan Pengawas Danantara. Kehadiran Menteri BUMN ini diharapkan dapat memperlancar aspek operasionalisasi Danantara. Komposisi Dewan Pengawas yang juga diisi oleh Muliaman Hadad sebagai Wakil Ketua dan Sri Mulyani Indrawati sebagai anggota, semakin memperkuat kredibilitas dan tata kelola Danantara.
Komposisi dewan pengawas yang kuat ini diharapkan dapat memberikan arahan strategis dan pengawasan yang efektif terhadap kinerja Danantara. Hal ini penting untuk memastikan pengelolaan aset negara dilakukan secara transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, kepercayaan publik dan investor terhadap Danantara akan semakin meningkat.
Keberadaan Danantara diharapkan mampu mengatasi keterbatasan fiskal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebagai SWF, Danantara memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam berinvestasi, sehingga dapat mendukung proyek-proyek strategis yang berdampak luas bagi perekonomian Indonesia.
Harapan Besar Bagi Perekonomian Indonesia
Kholid berharap Danantara dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia meyakini bahwa dengan pengelolaan investasi yang profesional dan terarah, Danantara dapat menarik investasi dalam skala besar, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Dengan satu padunya pengelolaan investasi dalam Danantara yang merupakan konsep sovereign wealth fund (SWF) yang digunakan untuk investasi, kita berharap itu akan jadi lompatan yang luar biasa," katanya.
Pembentukan Danantara merupakan langkah strategis pemerintah dalam mengelola aset negara dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Keberhasilan Danantara akan sangat bergantung pada kinerja pengurus dan dewan pengawasnya. Oleh karena itu, transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam pengelolaan aset negara menjadi kunci keberhasilan Danantara.
Dengan dana awal yang signifikan dan komposisi pengurus yang mumpuni, Danantara memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu SWF terkemuka di dunia. Keberhasilannya akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian Indonesia, termasuk peningkatan investasi, pertumbuhan ekonomi, dan penciptaan lapangan kerja.
Ke depannya, kinerja Danantara akan terus dipantau dan dievaluasi. Harapannya, lembaga ini dapat menjadi contoh pengelolaan aset negara yang efektif dan efisien, serta memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.