Sukses! Baznas Ubah 59 Mustahik Jadi Muzaki Lewat Program Balai Ternak
Program Balai Ternak Baznas berhasil memberdayakan 59 mustahik menjadi muzaki dan mengentaskan kemiskinan 335 peternak di Indonesia pada awal 2025.
Jakarta, 27 Februari 2025 - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI berhasil memberdayakan 59 penerima zakat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzaki) melalui program Balai Ternak Baznas. Program yang diluncurkan awal tahun 2025 ini tidak hanya melahirkan muzaki baru, tetapi juga memberikan dampak signifikan bagi perekonomian masyarakat. Keberhasilan ini menandai tonggak penting dalam upaya Baznas memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang efektif dan berkelanjutan.
Selain keberhasilan mencetak 59 muzaki baru, program Balai Ternak Baznas juga menorehkan prestasi membanggakan lainnya. Sebanyak 335 peternak berhasil keluar dari garis kemiskinan dan mencapai had kifayah, atau batas kecukupan dasar seseorang/keluarga. Pencapaian ini menunjukkan dampak positif program Balai Ternak dalam meningkatkan kesejahteraan peternak di Indonesia.
Kenaikan had kifayah nasional juga turut menjadi penanda keberhasilan program ini. Pada tahun 2024, had kifayah mencapai Rp4,61 juta, meningkat signifikan dari Rp4,22 juta pada tahun 2023 dan Rp3,01 juta pada tahun 2018. Hal ini menunjukkan peningkatan taraf hidup masyarakat secara umum, dan program Balai Ternak Baznas berkontribusi signifikan terhadap peningkatan tersebut.
Transformasi Mustahik Menjadi Muzaki: Sebuah Kisah Sukses
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, mengungkapkan bahwa Balai Ternak Baznas bukan sekadar bantuan sementara, melainkan solusi jangka panjang. "Balai Ternak Baznas bukan sekadar bantuan sementara, tetapi juga solusi jangka panjang yang mampu meningkatkan taraf hidup mustahik hingga mereka naik kelas menjadi muzaki. Ini adalah bentuk nyata dari konsep pemberdayaan berbasis zakat," ujar Saidah dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis.
Keberhasilan program ini terlihat dari tersebarnya 59 peternak yang telah menjadi muzaki di 13 titik Balai Ternak di Pulau Jawa. Lokasi-lokasi tersebut meliputi Purworejo, Gresik, Kulon Progo, Garut, Madiun, Ngawi, Kebumen, Magelang, Serang, Gunung Kidul, Rembang, Banyumas, dan Bantul. Dari jumlah tersebut, 38 peternak telah mandiri, sementara 21 lainnya masih dalam tahap pendampingan.
Para peternak yang dibina terdiri dari 57 laki-laki dan 2 perempuan, dengan masa pendampingan bervariasi antara 12 hingga 72 bulan. Hal ini menunjukkan komitmen Baznas dalam memberikan pendampingan yang intensif dan berkelanjutan kepada para peternak binaannya.
Baznas berkomitmen untuk terus memperluas program ini agar lebih banyak peternak dapat merasakan manfaatnya dan bertransformasi menjadi muzaki. "Efek domino dari program ini sangat besar. Ketika peternak sejahtera, mereka mulai membeli pakan dari pemasok lokal, menggunakan jasa transportasi, hingga mempekerjakan tenaga kerja dari komunitas sekitar," tambah Saidah.
Dampak Berkelanjutan dan Harapan Masa Depan
Saidah berharap program Balai Ternak Baznas dapat menjangkau lebih banyak daerah di Indonesia. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para muzaki yang telah mendukung program-program Baznas. Keberhasilan program ini tidak terlepas dari peran serta para muzaki yang telah menyalurkan zakatnya melalui Baznas.
Setiap tahunnya, Balai Ternak Baznas konsisten melahirkan muzaki baru. Data menunjukkan pada tahun 2024 terdapat 9 muzaki baru, 2023 (15 muzaki), 2022 (8 muzaki), 2021 (11 muzaki), 2020 (2 muzaki), 2019 (7 muzaki), dan 2018 (7 muzaki). Penghasilan muzaki baru ini cukup beragam, berkisar antara Rp6,6 juta hingga Rp34,2 juta per bulan.
Balai Ternak Baznas merupakan program unggulan Baznas dalam rangka pengentasan kemiskinan di pedesaan. Program ini menyasar peternak mustahik dengan komoditas ternak seperti domba, kambing, sapi, dan ayam broiler. Saat ini, terdapat 51 Balai Ternak Baznas yang tersebar di seluruh Indonesia, menunjukkan komitmen Baznas dalam memberdayakan masyarakat di seluruh penjuru negeri.