Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Korban Banjir Buol, Satu Korban Ditemukan Meninggal
Tim SAR gabungan di Buol, Sulawesi Tengah, melanjutkan pencarian korban banjir, Saprin T Kasim (45), setelah satu korban lainnya ditemukan meninggal dunia.
Tim SAR gabungan di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, terus berupaya menemukan Saprin T Kasim (45), seorang pekerja tambang emas yang terseret banjir pada Minggu (23/2). Satu korban lainnya, Yusup Pakaya, telah ditemukan meninggal dunia dan telah diserahkan kepada pihak keluarga. Pencarian yang memasuki hari kedua ini difokuskan di Desa Labuton, Kecamatan Gadung, menyusuri sungai yang berbatu.
Banjir tersebut terjadi saat sembilan pekerja tambang emas berusaha menyeberangi sungai dari camp tiga menuju camp tujuh. Tujuh orang berhasil menyeberang, namun dua orang lainnya, termasuk Saprin T Kasim, terseret arus deras. Kejadian ini menyoroti bahaya bekerja di area rawan bencana alam, khususnya di sekitar sungai yang berpotensi mengalami banjir.
Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Palu, Muh Rizal, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan secara manual dengan membagi tim untuk menyusuri sungai dari sisi kiri dan kanan. Kendala berupa sungai berbatu membuat penggunaan perahu karet terbatas dan hanya akan digunakan di muara sungai. Upaya maksimal terus dilakukan untuk menemukan korban secepatnya.
Pencarian Korban di Sungai Berbatu
Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Unit SAR Kabupaten Tolitoli, TNI/Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buol, pemerintah desa, dan warga setempat, bekerja keras dalam pencarian. Mereka secara teliti memeriksa setiap sudut sungai, termasuk tumpukan kayu dan celah-celah batu besar yang mungkin menjadi tempat korban terjebak.
"Pencarian saat ini dilakukan secara manual atau berjalan kaki. Kami tidak bisa menggunakan perahu karet terkendala sungai berbatu, pencarian menggunakan perahu karet akan dilakukan di muara sungai," ujar Muh Rizal. Pernyataan ini menekankan kesulitan medan yang dihadapi tim SAR dalam operasi pencarian.
Muh Rizal juga menginstruksikan tim untuk melakukan pencarian sedetail mungkin. Tidak ada celah yang dilewatkan, setiap tumpukan kayu dan celah batu besar diperiksa secara teliti. Hal ini menunjukkan komitmen tim SAR untuk menemukan korban.
"Kami telah menginstruksikan tim melakukan pencarian se-detail mungkin, jangan lewatkan tumpukan kayu di periksa, termasuk celah batu besar," ucapnya. Pernyataan ini menunjukkan keseriusan dan ketelitian tim SAR dalam menjalankan tugasnya.
Upaya Maksimal dan Batas Waktu Pencarian
Operasi pencarian dan pertolongan ini akan berlangsung selama tujuh hari sesuai regulasi SAR. Jika korban ditemukan sebelum hari ketujuh, operasi akan dihentikan. Namun, jika korban belum ditemukan hingga batas waktu tersebut, maka akan diusulkan perpanjangan kegiatan SAR.
Tim SAR gabungan berharap korban dapat segera ditemukan. Segala upaya maksimal telah dan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan korban. Kerja sama yang baik antara berbagai pihak, termasuk warga setempat, sangat membantu kelancaran operasi pencarian.
"Berdasarkan regulasi SAR, kegiatan pencarian pertolongan dilaksanakan tujuh hari, apabila korban ditemukan sebelum hari ketujuh, operasi dihentikan, namun bila batas waktu korban belum di temukan, diusulkan perpanjangan kegiatan SAR. Kami berharap korban secepatnya ditemukan," kata Rizal menuturkan. Pernyataan ini memberikan gambaran tentang prosedur dan harapan dalam operasi pencarian.
Proses pencarian ini melibatkan berbagai unsur, menunjukkan sinergi dan koordinasi yang baik antar instansi dan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. Semoga korban segera ditemukan dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kekuatan.