Wamen ESDM Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Jelang Mudik Lebaran
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, meninjau kesiapan stok BBM dan LPG di Cirebon untuk memastikan kecukupan energi selama mudik Lebaran dan telah memastikan stok aman hingga 40 hari.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, telah melakukan peninjauan langsung ke Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat, 28 Maret 2024. Tujuannya adalah untuk memastikan kesiapan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) menjelang arus mudik Lebaran dan perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat selama periode tersebut.
"Kami dari posko sektor energi ingin memastikan kesiapan, ketersediaan, serta suplai BBM, LPG, dan kelistrikan dalam menghadapi Idul Fitri 1446 Hijriah," jelas Yuliot Tanjung di Cirebon. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengantisipasi lonjakan permintaan energi selama periode mudik Lebaran.
Pemerintah memastikan ketersediaan BBM dan LPG dalam kondisi aman. Stok nasional ditingkatkan, dengan masa ketahanan mencapai 22 hingga 40 hari, bergantung pada jenis BBM dan LPG. Langkah antisipatif ini diambil untuk mengatasi potensi kendala distribusi selama periode mudik.
Kesiapan Stok BBM di Cirebon
Yuliot Tanjung memastikan kualitas BBM yang didistribusikan di jalur mudik, khususnya di Cirebon, telah memenuhi standar. Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan langsung di SPBU Rest Area KM 207A Jalan Tol Palimanan-Kanci (Palikanci).
Pemeriksaan meliputi pengecekan warna dan berat jenis berbagai jenis BBM, seperti Pertalite, Pertamax, Dexlite, dan Pertamina Dex. Selain itu, akurasi dispenser dan volume pengisian juga diperiksa untuk menjamin layanan yang tepat bagi masyarakat.
"Setiap pagi dilakukan pengecekan, baik warna, berat jenis, maupun dispenser. Untuk volume, ada dua pengecekan, yakni kapasitas 20 liter dan 1 liter. Toleransi dari Kementerian ESDM adalah 100, tetapi standar Pertamina 60. Dari hasil pengecekan tadi, hanya 30, jauh lebih baik dari standar yang ada," ungkap Yuliot.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan kualitas BBM yang digunakan masyarakat selama mudik Lebaran.
Kesiapan Stok LPG dan Antisipasi Kendala Distribusi
Pemerintah juga telah meningkatkan stok LPG sekitar 10 persen dari kebutuhan harian. Peningkatan stok ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama Idul Fitri.
Selain itu, pemerintah juga telah mengantisipasi potensi hambatan distribusi, seperti kemacetan lalu lintas atau bencana alam, untuk memastikan pasokan LPG tetap terjaga. Langkah ini penting untuk menjamin ketersediaan LPG bagi masyarakat selama periode mudik.
Yuliot Tanjung menambahkan bahwa pengecekan kualitas BBM dan LPG juga dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk Pertamina, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), serta Kementerian Perdagangan melalui proses tera. Hal ini untuk memastikan pengawasan yang komprehensif.
Kesimpulan
Dengan berbagai langkah yang telah diambil, pemerintah optimistis masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan lancar dan merayakan Idul Fitri bersama keluarga tanpa kendala ketersediaan energi. Pemerintah juga ingin masyarakat yakin akan kualitas BBM dan LPG yang mereka gunakan.
"Kami ingin masyarakat yakin BBM dan LPG yang mereka gunakan sesuai standar dan tidak perlu ragu akan kualitasnya," tutup Yuliot Tanjung.