Liga 2 Musim Depan Gunakan VAR Sepenuhnya, Format Kompetisi Juga Berubah!
PT LIB umumkan penggunaan VAR penuh di Liga 2 musim depan, bersamaan dengan perubahan format kompetisi dan pengurangan jumlah tim peserta.
Jakarta, 27 Februari 2024 - Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus, mengumumkan kabar gembira bagi pecinta sepak bola Indonesia. Liga 2 musim depan akan menggunakan teknologi Video Assistant Referee (VAR) secara penuh. Pengumuman ini disampaikan Ferry setelah pertandingan final Liga 2 di Stadion Manahan, Solo, Rabu lalu.
Keputusan ini menandai peningkatan signifikan dalam kualitas perwasitan Liga 2. Sebelumnya, VAR baru digunakan dua kali pada musim ini, yaitu pada perebutan tempat ketiga antara Persijap Jepara dan PSPS, serta laga final antara PSIM Yogyakarta dan Bhayangkara FC. Dengan penggunaan VAR secara menyeluruh, diharapkan akurasi keputusan wasit semakin meningkat dan meminimalisir kontroversi.
Penggunaan VAR di Liga 2 juga menunjukkan komitmen PT LIB untuk terus meningkatkan standar kompetisi sepak bola di Indonesia. Ferry Paulus optimistis jumlah wasit yang bertugas di VAR akan mencukupi kebutuhan Liga 2 musim depan. Ia menyatakan bahwa jumlah wasit VAR terus meningkat, dari awalnya 13 orang kini telah melebihi 20 orang, dan diyakini akan mencapai target yang dibutuhkan.
Perubahan Format Kompetisi Liga 2
Selain penggunaan VAR, Ferry Paulus juga mengumumkan perubahan format kompetisi Liga 2 musim depan. Jumlah peserta akan berkurang menjadi 20 tim, turun enam tim dari musim ini. Kompetisi akan dibagi menjadi dua grup, masing-masing beranggotakan 10 tim, berbeda dengan musim ini yang dibagi menjadi tiga grup.
Sistem promosi dan degradasi juga mengalami perubahan. Juara masing-masing grup akan langsung promosi ke Liga 1. Satu slot promosi tersisa akan diperebutkan oleh kedua tim peringkat kedua melalui babak play-off. Sementara itu, tim peringkat ke-10 di masing-masing grup akan langsung terdegradasi ke Liga 3. Satu tim lagi akan ditentukan melalui play-off antara tim peringkat ke-9.
Sistem kompetisi akan menggunakan format triple round-robin di masing-masing grup (wilayah barat dan timur). Setelah babak grup selesai, juara grup akan bertemu, dan akan ada babak play-off untuk memperebutkan posisi runner-up. Sistem ini dirancang untuk memberikan persaingan yang lebih ketat dan adil bagi seluruh peserta.
PSIM Yogyakarta Buka Liga 1 Musim Depan
Sebagai juara Liga 2 musim ini, PSIM Yogyakarta berhak untuk melakoni laga pembuka Liga 1 musim depan. Lawan yang akan dihadapi PSIM adalah juara Liga 1 musim ini, dan lokasi pertandingan masih dalam proses penentuan.
Dengan perubahan-perubahan signifikan ini, Liga 2 musim depan diprediksi akan semakin menarik dan kompetitif. Penggunaan VAR dan perubahan format kompetisi diharapkan dapat meningkatkan kualitas permainan dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para pemain, klub, dan penonton.
Semoga dengan adanya perubahan ini, sepak bola Indonesia semakin maju dan profesional. Kita nantikan bagaimana persaingan di Liga 2 musim depan!