Terry Yudha Raih Dua Perunggu di Asian Track Championships 2025
Pembalap sepeda Indonesia, Terry Yudha Kusuma, berhasil meraih dua medali perunggu di Asian Track Championships 2025 untuk nomor scratch dan madison elite putra.
Pembalap sepeda Indonesia, Terry Yudha Kusuma, telah mengharumkan nama bangsa dengan meraih dua medali perunggu pada Asian Track Championships 2025 yang berlangsung di Nilai, Negeri Sembilan, Malaysia. Prestasi membanggakan ini diraihnya pada nomor scratch elite putra dan madison elite putra. Kemenangan ini diraih pada tanggal 26 Februari 2025, setelah melalui persaingan ketat dengan atlet-atlet dari berbagai negara.
Pada nomor scratch race, Terry Yudha finis di posisi ketiga setelah atlet dari Uzbekistan, Dmitry Bocharov, dan atlet dari Jepang, Kazuge Kuboki. Lomba yang berjarak 15km ini mengharuskan para pembalap untuk saling beradu kecepatan dan strategi. Terry mengakui kecolongan saat Bocharov berhasil mendahuluinya. "Kecolongan dari Uzbek. Jadi dia lepas, sedangkan saya sama Jepang itu kontrol-kontrolan, saling jaga-jaga gitu loh. Jadi kecolongan Uzbek, begitu mau spring, saya ketutup, enggak dapat jalan, mau membalap Jepang juga susah," ungkap Terry.
Sementara itu, pada nomor madison elite putra, Terry berpasangan dengan Bernard Benyamin Van Aert. Mereka berhasil mengamankan medali perunggu setelah Jepang dan Korea Selatan. Meskipun sempat mengalami insiden jatuh pada empat lap terakhir, Terry dan Bernard berhasil mempertahankan posisi mereka berkat perolehan poin yang cukup signifikan. "Total lap-nya 200 lap. Nah, kebetulan pas sudah lap-lap akhir itu kita memang poinnya udah unggul. Jadi dari yang nomor satu jauh, terus nomor dua juga poinnya lumayan jauh, terus sama yang nomor empat juga jauh. Jadi lap-lap akhir itu meskipun jatuh, alhamdulillah poinnya enggak tergeser, masih aman," jelas Terry.
Dua Medali Perunggu dan Tantangan dari Jepang
Keberhasilan Terry Yudha meraih dua medali perunggu merupakan prestasi yang membanggakan bagi Indonesia. Namun, ia mengakui bahwa Jepang saat ini menjadi kompetitor terkuat. "Jepang memang kompetitor terkuat," ujar Terry. Ia juga mengungkapkan beberapa kendala yang dihadapi, seperti "miss" dalam posisi dan pergantian dengan Bernard yang membuat mereka kesulitan melawan Korea Selatan.
Meskipun demikian, Terry tetap menunjukkan semangat juang yang tinggi. Ia bertekad untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuannya agar dapat meraih prestasi yang lebih baik di masa mendatang. Pengalaman berharga dari kejuaraan ini akan menjadi bekal berharga untuk menghadapi kompetisi selanjutnya.
Selain nomor scratch dan madison, Terry juga berpartisipasi dalam nomor team pursuit bersama Dika Alif Dhentaka, Yosandy Darmawan, dan Muhammad Andy. Sayangnya, tim Indonesia belum berhasil meraih podium pada nomor ini. Hal ini disebabkan kurangnya persiapan yang matang, "Team pursuit memang persiapannya harusnya jauh-jauh hari, karena empat orang, jadi persiapannya harus matang. Kami enggak ada persiapan. Tiba-tiba H-1 itu baru dikasih tahu, besok kita turun main tim ini, team pursuit, ya sudah, yang penting ikut dulu saja buat warming up, buat pemanasan," jelas Terry.
Bernard Benyamin Van Aert Lanjutkan Perjuangan
Sementara Terry telah menyelesaikan seluruh nomor yang diikutinya, Bernard Benyamin Van Aert masih akan berjuang di nomor omnium pada hari yang sama. Atlet yang juga merupakan Olympian Paris 2024 ini diharapkan dapat memberikan prestasi terbaik untuk Indonesia. Dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia sangat berarti bagi para atlet yang berjuang mengharumkan nama bangsa.
Kejuaraan Asian Track Championships 2025 telah memberikan pengalaman berharga bagi Terry Yudha dan atlet Indonesia lainnya. Meskipun belum meraih semua target, prestasi yang diraih tetap patut diapresiasi. Semoga ke depannya, dengan persiapan yang lebih matang, atlet Indonesia dapat meraih prestasi yang lebih gemilang di kancah internasional.
Keberhasilan Terry Yudha juga menjadi bukti bahwa atlet Indonesia memiliki potensi yang besar. Dengan dukungan dan pembinaan yang tepat, mereka mampu bersaing dengan atlet-atlet dari negara lain. Semoga prestasi ini dapat memotivasi atlet-atlet muda Indonesia untuk terus berlatih dan berprestasi.