1.000 Pohon Cemara dan Pucuk Merah Percantik Wamena
Dinas Lingkungan Hidup Jayawijaya tanam 1.000 pohon cemara dan pucuk merah untuk memperindah Kota Wamena sebagai bagian dari program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati.
Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, akan segera tampil lebih indah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat telah menginisiasi penanaman 1.000 pohon cemara dan pucuk merah di berbagai taman kota. Program ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya, Atenius Murib dan Ronny Elopere, yang diluncurkan pada awal tahun 2025.
Kepala DLH Kabupaten Jayawijaya, Amos Asso, menjelaskan bahwa sebanyak 500 pohon cemara dan 500 pohon pucuk merah akan ditanam di seluruh taman Kota Wamena. Penanaman pohon ini diharapkan mampu mempercantik wajah kota dan meningkatkan kualitas lingkungan. "1.000 pohon yang akan ditanam itu, 500 pohon cemara dan 500 pucuk merah untuk mempercantik Kota Wamena," ujar Asso saat dihubungi di Wamena.
Penanaman pohon ini melibatkan peran aktif masyarakat asli Papua Pegunungan dari berbagai suku. Meskipun dalam masa libur Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah/2025 Masehi, mereka tetap bekerja membersihkan rumput dan menyiapkan lahan di taman-taman kota untuk penanaman. Hal ini menunjukkan komitmen dan partisipasi masyarakat dalam mendukung program pemerintah daerah.
Percantik Wamena dengan 1.000 Pohon
Program penanaman 1.000 pohon ini merupakan salah satu dari beberapa program unggulan DLH Jayawijaya dalam mendukung program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati. Penanaman pohon secara simbolis akan dilakukan oleh Bupati Jayawijaya, Atenius Murib, setelah libur Idul Fitri. "Ada beberapa program Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayawijaya salah satunya program penanaman 1.000 pohon," jelas Asso.
Proses penanaman pohon ini tidak hanya sekadar mempercantik kota, tetapi juga memiliki dampak positif bagi lingkungan. Pohon-pohon tersebut diharapkan dapat menyerap karbon dioksida, mengurangi polusi udara, dan menciptakan lingkungan yang lebih sejuk dan nyaman bagi warga Wamena. Selain itu, keberadaan taman-taman yang asri juga dapat meningkatkan nilai estetika kota dan menjadi tempat rekreasi yang menyenangkan.
Masyarakat setempat berperan aktif dalam mempersiapkan lahan penanaman. "Meskipun libur tetapi masyarakat tetap bekerja mencabut atau membersihkan rumput di taman Kota Wamena, untuk ditanami 1.000 pohon," kata Asso. Hal ini menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan program penghijauan ini.
Tahapan Penanaman dan Harapan ke Depan
Penanaman pohon secara simbolis akan dilakukan oleh Bupati Jayawijaya setelah masa libur Idul Fitri. Setelah penanaman simbolis, proses penanaman akan dilanjutkan hingga seluruh 1.000 pohon tertanam di lokasi yang telah ditentukan. DLH Jayawijaya akan terus memantau pertumbuhan pohon-pohon tersebut dan melakukan perawatan secara berkala agar tetap tumbuh dengan baik.
Diharapkan, program penanaman 1.000 pohon ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Papua Pegunungan untuk melakukan penghijauan dan mempercantik lingkungan. Keberhasilan program ini juga akan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Dengan adanya taman-taman yang asri dan hijau, diharapkan pula dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Wamena.
Program ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pariwisata di Wamena. Kota yang indah dan asri akan menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung dan menikmati keindahan alam Papua Pegunungan. Hal ini pada akhirnya akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.
Setelah libur, baru kami akan agendakan penanaman 1.000 pohon cemara dan pucuk merah oleh bupati. Waktu libur saat ini masyarakat tetap bekerja mencabut dan membersihkan tanam Kota Wamena untuk menyiapkan wadah penanaman,” ujar Asso menambahkan.
Dengan selesainya penanaman 1000 pohon ini, diharapkan wajah Kota Wamena akan semakin asri dan indah, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.