14 Ribu Pemudik Jateng Mudik Gratis, Gubernur Luthfi Berharap Uang Saku Utuh untuk Bangun Desa
Gubernur Jawa Tengah memberangkatkan 14.364 pemudik gratis dari Jabodetabek ke 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dalam program mudik Lebaran 2025, berharap uang saku mereka dapat digunakan untuk membangun desa.

Sebanyak 14.364 pemudik asal Jawa Tengah diberangkatkan mudik gratis oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Keberangkatan massal ini ditandai dengan pelepasan 289 bus di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Rabu, 26 Maret 2025. Para pemudik berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dan akan menuju 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Program mudik gratis ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap warganya yang merantau.
Program mudik gratis ini merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, 35 pemerintah kabupaten/kota, Bank Jateng, dan beberapa pihak swasta. Gubernur Luthfi berharap program ini dapat membantu meringankan beban masyarakat Jawa Tengah yang bekerja di sektor informal di Jabodetabek, seperti pedagang kaki lima, buruh, dan asisten rumah tangga. Dengan adanya program ini, diharapkan uang saku mereka tetap utuh dan dapat digunakan untuk pembangunan desa.
"Mereka kami gratiskan. Dengan mudik gratis itu harapannya 'sangune' (uang sakunya) utuh. Nanti bisa bangun desa," ungkap Gubernur Luthfi dalam pernyataan resminya di Semarang. Gubernur juga menekankan pentingnya pembangunan desa dan mengajak masyarakat untuk berkontribusi aktif dalam memajukan daerah asal mereka.
Mudik Gratis: Sebuah Investasi untuk Pembangunan Desa
Gubernur Luthfi memberikan pesan khusus kepada para pemudik. Ia berharap agar mereka yang belum memiliki pekerjaan tetap di Jakarta untuk tetap tinggal di daerah asalnya masing-masing. Ia bahkan menyarankan agar mereka tidak mengajak sanak saudara untuk ikut ke Jakarta jika belum memiliki pekerjaan yang pasti.
Hal ini didorong oleh tanggung jawab pemerintah daerah untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing. "Kalau sudah ada pekerjaan tetap tidak apa-apa, tetapi kalau belum ada pekerjaan cukup, mari membangun desanya masing-masing, bersama bupati, wali kota, dan sama kami (Pemprov Jateng)," tegas Gubernur Luthfi.
Antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap program mudik gratis ini mendorong Gubernur Luthfi untuk mempertimbangkan perluasan jangkauan program di masa mendatang. Hal ini akan dibahas lebih lanjut dengan paguyuban masyarakat Jawa Tengah di Jabodetabek.
Persiapan Lengkap untuk Perjalanan Pulang
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mempersiapkan armada untuk perjalanan pulang para pemudik dengan jumlah yang sama dengan armada mudik, yaitu 289 bus. Pemberangkatan akan dipusatkan di Asrama Haji Donohudan - Boyolali, dan beberapa titik lainnya. Selain bus, kereta api juga akan digunakan untuk mengangkut pemudik yang kembali ke Jabodetabek.
Gubernur Luthfi menutup pernyataannya dengan memberikan semangat dan pesan kepada para pemudik. "Selamat untuk teman-teman yang mudik. Kalian semua adalah pahlawan devisa untuk kampungnya masing-masing. Selamat bersilaturahmi dengan keluarga masing-masing dengan gembira dan tidak melanggar hukum," pungkas mantan Kapolda Jateng tersebut.
Program mudik gratis ini bukan hanya sekadar program transportasi, melainkan juga sebuah investasi untuk pembangunan desa. Dengan memastikan uang saku para pemudik tetap utuh, diharapkan mereka dapat berkontribusi lebih besar dalam memajukan ekonomi dan kesejahteraan di daerah asalnya. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Jawa Tengah.