18.689 Burung Liar Diselamatkan di Lampung: Modus Penyelundupan Marak!
Balai Karantina Lampung berhasil menyelamatkan 18.689 burung liar dari upaya penyelundupan sepanjang tahun 2024, termasuk ratusan satwa dilindungi, menunjukkan maraknya perdagangan ilegal satwa liar.

Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Lampung berhasil menggagalkan penyelundupan 18.689 ekor burung liar sepanjang tahun 2024. Penyelamatan satwa liar ini dilakukan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, yang menjadi pintu keluar utama penyelundupan. Berbagai jenis burung, termasuk satwa dilindungi seperti cucok hijau mini, cucok hijau, dan cucok ranting, berhasil diselamatkan dari tangan para penyelundup. Kepala Karantina Lampung, Donni Muksydayan, mengungkapkan keberhasilan ini dalam konferensi pers di Bandarlampung pada Selasa.
Dari total burung yang diselamatkan, 654 ekor merupakan satwa dilindungi, dengan cucok hijau mini mendominasi jumlahnya. Para penyelundup, menurut keterangan sopir yang ditangkap, memperoleh burung-burung tersebut dari berbagai daerah di Lampung, bahkan hingga luar provinsi seperti Palembang, Bengkulu, dan Pekanbaru. Modus penyelundupan ini menunjukkan betapa maraknya perdagangan ilegal satwa liar di Indonesia.
Peningkatan pengawasan dan sinergisitas antar instansi menjadi kunci untuk memberantas praktik ilegal ini. Donni Muksydayan mengajak semua pihak untuk meningkatkan kesadaran akan isu perdagangan satwa liar dan memperkuat upaya preventif dari hulu, melibatkan Karantina Pertanian, Aparat Penegak Hukum (APH), dan pemerhati satwa liar. Hal ini penting mengingat peningkatan jumlah kasus penyelundupan dengan modus operandi yang beragam.
Penyelundupan Satwa Liar: Tren yang Mengkhawatirkan
Direktur Eksekutif FLIGHT, Marison Guciano, turut menyoroti tren peningkatan penyitaan satwa liar ilegal di Lampung, khususnya di Pelabuhan Bakauheni. Angka penyitaan meningkat drastis dari 27.577 individu pada tahun 2023 menjadi 32.909 individu pada tahun 2024. Burung kicau menjadi jenis satwa yang paling banyak disita. Meskipun kinerja Balai Karantina dinilai baik dalam mencegah penyelundupan, sinergisitas dengan instansi lain sangat krusial untuk membendung arus penyelundupan yang masif.
Marison Guciano menekankan pentingnya memperketat pengawasan di hulu, bukan hanya berfokus pada penindakan di hilir (Pelabuhan Bakauheni). Hal ini untuk mencegah agar satwa liar tidak sampai masuk ke jalur penyelundupan. Kerja sama yang kuat antara berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah dan organisasi pemerhati lingkungan, sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini secara efektif dan berkelanjutan.
Penguatan pengawasan di daerah asal satwa liar, seperti Bandarlampung, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Utara, dan daerah-daerah lain yang menjadi sumber satwa liar ilegal, menjadi hal yang sangat penting. Dengan demikian, upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini sebelum satwa liar tersebut sampai ke Pelabuhan Bakauheni.
Lebih lanjut, perlu adanya edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pelestarian satwa liar dan bahaya perdagangan ilegal. Edukasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendorong partisipasi aktif dalam upaya pelestarian satwa liar di Indonesia.
Upaya Pencegahan Penyelundupan Satwa Liar
- Peningkatan pengawasan di Pelabuhan Bakauheni dan jalur-jalur penyelundupan lainnya.
- Penguatan sinergisitas antar instansi terkait, termasuk Karantina Pertanian, APH, dan organisasi pemerhati satwa liar.
- Pengawasan yang lebih ketat di daerah asal satwa liar.
- Edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pelestarian satwa liar dan bahaya perdagangan ilegal.
- Penegakan hukum yang tegas terhadap para penyelundup.
Penyelamatan 18.689 burung liar di Lampung merupakan bukti nyata keberhasilan upaya pencegahan penyelundupan. Namun, upaya ini harus terus ditingkatkan dan diperluas untuk mengatasi masalah perdagangan ilegal satwa liar secara menyeluruh. Kolaborasi dan komitmen dari semua pihak sangat diperlukan untuk melindungi satwa liar Indonesia dan melestarikan keanekaragaman hayati.