19 Sekolah di Ketapang, Kotim, Akan Terima Program Makan Bergizi Gratis
Pemerintah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotim, Kalimantan Tengah, mengusulkan 19 sekolah untuk mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahap awal, dengan pertimbangan pemerataan dan kebutuhan siswa kurang mampu, ditargetkan mulai Februa

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Tengah akan menjangkau 19 sekolah di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Usulan ini diajukan oleh pemerintah kecamatan setempat dan disepakati bersama pihak vendor, CV Sundayak Indonesia, setelah melalui proses revisi.
Awalnya, hanya 11 sekolah yang direkomendasikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan vendor. Namun, Pemerintah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang meminta revisi agar program MBG lebih merata dan tepat sasaran. Camat Mentawa Baru Ketapang, Muhammad Irpansyah, menjelaskan bahwa prioritas diberikan kepada sekolah dengan siswa dari keluarga kurang mampu.
Revisi ini juga memastikan keterwakilan dari berbagai jenjang pendidikan. "Jadi dalam 19 sekolah ini ada perwakilan, baik itu TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA hingga pondok pesantren pun juga ada," ujar Irpansyah. Proses pemilihan sekolah ini melibatkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim, Kementerian Agama (Kemenag), BGN, dan CV Sundayak Indonesia.
Pemilihan sekolah juga mempertimbangkan jarak dari dapur umum, sesuai ketentuan BGN. Sekolah-sekolah yang terpilih berada dalam radius enam kilometer dari dapur umum, dengan waktu tempuh kurang dari 30 menit. Irpansyah menambahkan, "19 sekolah yang dipilih ini rata-rata berjarak 500-2.800 meter dari dapur umum dan waktu tempuh di bawah 10 menit." Hal ini bertujuan meminimalisir kerusakan makanan selama pengantaran.
Jumlah siswa penerima manfaat MBG juga disesuaikan dengan kapasitas dapur umum, yaitu sekitar 3.000-3.500 porsi makanan per hari. Total siswa yang terdata di 19 sekolah tersebut adalah 3.042 orang. Pemilihan sekolah yang tepat sasaran dan efisiensi distribusi menjadi prioritas utama dalam program ini.
Pelaksanaan Program MBG yang semula dijadwalkan pada 20 Januari 2025, mengalami penundaan. Berdasarkan rapat koordinasi persiapan Program MBG di lingkungan Pemkab Kotim, program tersebut diundur ke 3 Februari atau paling lambat 17 Februari 2025.
Program MBG di Ketapang ini diharapkan dapat meningkatkan gizi anak sekolah dan mendukung kualitas pendidikan di wilayah tersebut. Keterlibatan berbagai pihak terkait memastikan program ini berjalan efektif dan mencapai tujuannya.