450 Prajurit Kodam I/Bukit Barisan Berangkat Jaga Perbatasan Papua
Kodam I/Bukit Barisan memberangkatkan 450 prajurit Yonif 126/KC untuk mengamankan perbatasan RI-Papua Nugini di Papua selama 12 bulan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Medan, 1 April 2024 (ANTARA) - Sebanyak 450 prajurit Kodam I/Bukit Barisan telah diberangkatkan untuk menjaga perbatasan Indonesia-Papua Nugini di wilayah Papua. Keberangkatan pasukan yang tergabung dalam Satgas Pengamanan Perbatasan RI-Papua Nugini Kewilayahan Yonif 126/KC ini bertujuan untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan. Mereka akan bertugas selama kurang lebih 12 bulan ke depan.
Mayor Jenderal TNI Rio Firdianto, Panglima Kodam I/Bukit Barisan, menjelaskan bahwa tugas utama para prajurit ini adalah melakukan patroli keamanan di sepanjang perbatasan. Selain itu, mereka juga bertanggung jawab mencegah ancaman dari luar negeri dan mempererat hubungan baik dengan negara tetangga. "Keberangkatan satgas ini bertujuan menjaga kestabilan keamanan wilayah perbatasan Republik Indonesia di Papua," tegas Pangdam.
Lebih dari sekadar pengamanan, para prajurit juga akan menjalankan misi pembinaan teritorial. Mereka akan berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat, memberikan pelatihan dan edukasi, khususnya di bidang pertanian, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. "Semoga ini bisa membantu dalam meningkatkan sumber daya manusia di Papua," harap Pangdam.
Pengamanan Perbatasan dan Pembinaan Masyarakat
Tugas para prajurit ini tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan. Mereka akan berperan aktif dalam pembinaan teritorial, membangun hubungan harmonis dengan penduduk lokal. Hal ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk stabilitas dan ketahanan wilayah.
Pangdam menekankan pentingnya peran prajurit sebagai jembatan antara TNI dan rakyat. Dengan membangun hubungan yang erat dan saling percaya, diharapkan dapat tercipta stabilitas keamanan yang berkelanjutan di wilayah perbatasan. "Prajurit merupakan peran penting dalam pembinaan teritorial, serta menjadi cerminan dari semangat manunggal TNI dan rakyat," ujar Mayjen TNI Rio Firdianto.
Sebelum diberangkatkan, para prajurit telah menjalani pelatihan dan pembekalan yang intensif di tingkat Kodam I/Bukit Barisan, serta latihan pra tugas di Baturaja, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan mereka siap menghadapi berbagai tantangan di medan tugas.
Situasi Keamanan di Papua
Pangdam juga memberikan informasi terkini mengenai situasi keamanan di Papua. Berdasarkan data yang dimonitor, situasi keamanan di wilayah perbatasan saat ini tergolong kondusif. Meningkatnya intensitas patroli oleh berbagai satuan telah berhasil mengurangi ruang gerak kelompok kriminal bersenjata (KKB), dan angka kontak senjata pun menunjukkan penurunan.
"Kami memonitor saat ini Papua cukup kondusif dengan banyaknya satuan melakukan patroli untuk menjaga perbatasan yang mengurangi ruang gerak KKB, data yang menunjukkan kontak menurun," kata Pangdam.
Keberangkatan 450 prajurit ini menjadi bukti komitmen TNI dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara di wilayah perbatasan. Selain tugas pengamanan, upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua juga menjadi fokus utama dalam misi ini, sejalan dengan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat.
Dengan pelatihan yang memadai dan situasi keamanan yang relatif kondusif, diharapkan para prajurit dapat menjalankan tugas dengan baik dan berhasil menjaga stabilitas keamanan di perbatasan RI-Papua Nugini selama masa penugasan mereka.