Patroli dan Sosialisasi Yonif Marinir di Perbatasan Papua
Satgas Yonif 6 Marinir melaksanakan patroli perbatasan di Papua sambil melakukan sosialisasi kepada warga, membangun kepercayaan dan mendukung percepatan pembangunan di wilayah tersebut.

Yonif Marinir Patroli dan Sosialisasi di Perbatasan Papua
Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Satgas Yonif) 6 Marinir, bagian dari Komando Operasi Habema, Papua, melaksanakan patroli di perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Uniknya, patroli ini dipadukan dengan sosialisasi kepada warga sekitar. Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga perbatasan dan membangun hubungan baik dengan masyarakat setempat.
Menurut siaran pers yang diterima ANTARA di Jakarta pada Kamis, 30 Januari 2024, pendekatan humanis ini dinilai efektif meningkatkan kepercayaan warga terhadap petugas keamanan. Hal ini menciptakan rasa aman di wilayah perbatasan.
Salah satu contohnya adalah patroli yang dilakukan Pos Logpon pimpinan Lettu Mar Nico. Mereka berpatroli dan bersosialisasi dengan warga Kampung Kiribun, Distrik Dekai, khususnya para siswa dan guru SDN 1 Dekai. Interaksi ini memungkinkan Satgas Yonif 6 Marinir untuk memahami kondisi keamanan dari perspektif warga langsung.
Komandan Satgas Yonif 6 Marinir, Letkol Mar Rismanto Manurung, melaporkan bahwa siswa dan guru SDN 1 Dekai menyampaikan situasi keamanan di Kampung Kiribun yang relatif aman dan kondusif. Laporan ini penting dalam memantau kondisi daerah perbatasan.
Antusiasme warga sekitar atas kunjungan Satgas Yonif 6 Marinir juga dilaporkan sangat tinggi. Hal ini menunjukkan efektifitas pendekatan yang dilakukan.
Panglima Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, menegaskan bahwa kegiatan patroli dan sosialisasi ini akan terus berlanjut. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keamanan sekaligus mendukung percepatan pembangunan di Papua. Beliau menilai inisiatif ini sebagai wujud nyata TNI dalam membangun komunikasi sosial yang inklusif.
Mayjen TNI Lucky Avianto menjelaskan, "Inisiatif Satgas Yonif 6 Marinir melaksanakan komunikasi sosial dengan warga Kampung Kiribun, merupakan wujud pelaksanaan tugas TNI melakukan komunikasi sosial inklusif dengan seluruh pihak di daerah tugas dalam rangka mendukung upaya percepatan pembangunan di wilayah Papua." Pernyataan ini menekankan pentingnya peran TNI dalam pembangunan daerah.