Agam Gelar 12 Pasar Murah Antisipasi Lonjakan Harga Ramadan
Pemkab Agam, Sumatera Barat, telah sukses menggelar 12 pasar murah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok selama Ramadan 1446 H, dengan subsidi APBD untuk komoditas penting.

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, berhasil menggelar 12 kali pasar murah selama bulan Ramadan 1446 Hijriah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok dan menjamin keterjangkauan bagi masyarakat. Pasar murah tersebut tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Agam, menjangkau berbagai wilayah dan lapisan masyarakat.
Inisiatif ini dijalankan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam. Kepala Dinas, Rosva Deswira, menjelaskan bahwa pasar murah tersebut diadakan di kecamatan-kecamatan seperti Lubuk Basung, Palembayan, Palupuh, Malalak, dan Tanjung Mutiara. Pemilihan lokasi ini mempertimbangkan aksesibilitas dan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah.
Gerakan pasar murah ini melibatkan berbagai pihak, termasuk petani lokal, Perum Bulog, dan pelaku usaha lainnya. Kerjasama ini memastikan ketersediaan barang dan kelancaran distribusi selama kegiatan berlangsung. Hal ini menunjukkan komitmen Pemkab Agam dalam mengatasi potensi kenaikan harga dan memastikan stabilitas ekonomi di daerah.
Pasar Murah: Menjaga Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok
Komoditas yang dijual di pasar murah tersebut meliputi cabai merah, beras, telur ayam, minyak goreng, daging, gula, dan lainnya. Sumber komoditas ini beragam, dengan cabai merah, beras, dan telur ayam berasal dari petani lokal di Kecamatan Matur, Sungai Pua, Banuhampu, dan Tilatang Kamang. Sementara itu, minyak goreng, daging, gula, dan komoditas lainnya dipasok oleh Perum Bulog, berkat kerjasama yang telah terjalin.
Pemerintah Kabupaten Agam memberikan subsidi untuk beberapa komoditas penting dalam pasar murah ini. Subsidi tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setempat. Besaran subsidi yang diberikan cukup signifikan, antara lain Rp3.000 per kilogram untuk bawang merah, Rp5.000 per krat untuk telur ayam ras, Rp2.000 per kilogram untuk gula pasir, Rp1.000 per kilogram untuk beras, dan Rp20.000 per kilogram untuk daging.
Minyak goreng menjadi komoditas paling laris selama pasar murah berlangsung, dengan penjualan mencapai satu ton. Gula pasir juga cukup diminati, terjual sebanyak 400 kilogram. Telur ayam juga menjadi komoditas yang banyak dicari masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa program pasar murah ini sangat efektif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan komoditas penting selama Ramadan.
Subsidi APBD dan Dampak Positif Pasar Murah
Program pasar murah ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Agam untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang di pasaran, khususnya selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri 2025. Dengan menyediakan barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi dapat dikendalikan.
Subsidi yang diberikan melalui APBD menunjukkan komitmen nyata pemerintah daerah dalam mendukung kesejahteraan rakyatnya. Langkah ini dinilai efektif dalam meringankan beban masyarakat, terutama di tengah potensi kenaikan harga yang kerap terjadi selama bulan Ramadan. Dengan adanya program ini, diharapkan harga kebutuhan pokok dapat tetap normal dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Keberhasilan pelaksanaan 12 pasar murah ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah, petani lokal, Perum Bulog, dan pelaku usaha. Kerjasama yang baik ini menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang di pasaran. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Program pasar murah ini diharapkan mampu menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga di pasaran. Dengan ketersediaan barang yang cukup dan harga yang terjangkau, masyarakat dapat merayakan Ramadan dan Idul Fitri dengan lebih tenang dan nyaman.