APBN 2024: Kinerja Positif Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Utara
Kinerja positif APBN 2024 di Sulawesi Utara mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan, ditunjukkan melalui peningkatan PDB, inflasi terkendali, dan surplus neraca perdagangan, meskipun di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Kepala Kantor DJPB Sulawesi Utara (Sulut), Hari Utomo, menyatakan kinerja APBN tahun 2024 berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi Sulut yang positif. Pernyataan ini disampaikan di Manado, Jumat, 31 Januari.
Ketidakpastian Global dan Kinerja APBN
Meskipun pertumbuhan ekonomi global dibayangi ketidakpastian, terutama akibat dinamika kebijakan beberapa negara seperti Tiongkok dan krisis politik di Perancis, serta kebijakan Presiden AS Donald Trump yang berpotensi memengaruhi pasar negara berkembang, Indonesia, termasuk Sulut, tetap menunjukkan kinerja ekonomi yang stabil. Hal ini menunjukkan peran fiskal sebagai penahan guncangan ekonomi terbukti efektif.
Indikator Ekonomi Sulawesi Utara yang Positif
Beberapa indikator ekonomi Sulut menunjukkan penguatan yang signifikan. Pertumbuhan ekonomi Sulut pada triwulan III 2024 mencapai 5,21 persen. Inflasi tahun 2024 terkendali di angka 0,44 persen (yoy). Nilai Tukar Petani (NTP) di bulan Desember 2024 meningkat 2,56 persen menjadi 119,50, sementara Nilai Tukar Nelayan (NTN) naik 1,23 persen dari 107,57 (November 2024) menjadi 108,89 (Desember 2024).
Surplus Neraca Perdagangan
Kinerja positif juga terlihat dari neraca perdagangan. Pada Desember 2024, Sulawesi Utara mencatatkan surplus sebesar 69,12 juta dolar AS. Dibandingkan tahun 2023, ekspor Sulut tumbuh 21,43 persen (yoy), dan impor juga meningkat 36,11 persen (yoy).
Kesimpulan
Secara keseluruhan, kinerja APBN 2024 memberikan dampak positif bagi perekonomian Sulawesi Utara. Berbagai indikator ekonomi menunjukkan tren pertumbuhan yang menggembirakan, bahkan di tengah tantangan ketidakpastian ekonomi global. Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas kebijakan fiskal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.