Arus Mudik Gilimanuk-Ketapang Mulai Landai Jelang H-3 Lebaran
Arus mudik Lebaran 2025 di lintasan penyeberangan Gilimanuk-Ketapang mulai melandai pada H-3, meskipun ASDP tetap mengantisipasi lonjakan pada H-1.

Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, Bagaimana: Pada H-3 Lebaran 2025, arus mudik penyeberangan Gilimanuk (Bali) - Ketapang (Jawa Timur) mulai melandai. PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang melaporkan penurunan jumlah kendaraan dan penumpang yang menyeberang. Kepadatan sempat terjadi pada 26 dan 27 Maret 2025, dengan jumlah kendaraan mencapai 24 ribu unit. Penurunan ini terjadi karena puncak arus mudik sudah terlewati, dan juga dikarenakan penutupan sementara Pelabuhan Ketapang untuk menghormati Hari Raya Nyepi. ASDP mengantisipasi potensi lonjakan kembali pada H-1 Lebaran.
Meskipun arus mudik sudah mulai landai, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Yani Andriyanto, tetap siaga. Pihaknya terus memantau dan melakukan antisipasi agar tidak terjadi penumpukan kendaraan dan penumpang. Hal ini penting untuk memastikan kelancaran arus mudik bagi para pemudik yang menggunakan jalur penyeberangan Gilimanuk-Ketapang.
Antisipasi ini dilakukan mengingat prediksi lonjakan penumpang pada H-1 Lebaran, 30 Maret 2025. ASDP berharap para pemudik yang menunggu hingga setelah Hari Raya Nyepi dapat menyebarkan waktu keberangkatan agar tidak terjadi penumpukan di pelabuhan. Dengan pengaturan waktu keberangkatan yang lebih merata, diharapkan arus mudik dapat tetap terkendali dan lancar hingga hari raya tiba.
Penurunan Arus Mudik di Gilimanuk-Ketapang
General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Yani Andriyanto, menjelaskan bahwa kepadatan arus mudik memang terjadi selama dua hari, yaitu tanggal 26 dan 27 Maret 2025. "Memang terjadi kepadatan selama dua hari pada tanggal 26 dan 27 Maret 2025, dan pergerakan pemudik dari Gilimanuk ke Ketapang cenderung terjadi setelah buka puasa hingga dini hari, dan bahkan kendaraan roda empat dan roda dua tembus hingga 24 ribu," ujarnya. Namun, situasi tersebut kini sudah mulai terkendali.
Penurunan jumlah penumpang dan kendaraan yang menyeberang terlihat jelas dari pantauan di Pelabuhan Ketapang. Beberapa kapal feri yang bersandar tidak terlalu banyak membawa penumpang dan kendaraan. ASDP terus berupaya menjaga kelancaran arus mudik dengan melakukan berbagai persiapan dan antisipasi.
Meskipun arus mudik sudah mulai melandai, ASDP tetap waspada dan siaga. Pihaknya terus memantau situasi di lapangan dan siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi potensi kendala yang mungkin terjadi. Koordinasi dengan pihak terkait juga terus dilakukan untuk memastikan kelancaran arus mudik.
Antisipasi Lonjakan Penumpang H-1 Lebaran
ASDP memprediksi akan terjadi lonjakan penumpang pada H-1 Lebaran, yaitu tanggal 30 Maret 2025. Untuk mengantisipasi hal tersebut, ASDP telah menyiapkan berbagai langkah, termasuk menambah jumlah armada kapal feri jika diperlukan. Koordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait juga terus dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di pelabuhan.
Yani Andriyanto berharap agar para pemudik dapat mengatur waktu keberangkatan mereka dengan baik. "Harapan kami pemudik dari Bali ke Jawa yang menunggu selesai Hari Raya Nyepi agar bisa berangkat pagi dan sore sampai ke Pelabuhan Gilimanuk, jangan sampai bersamaan pada malam hari, bisa-bisa terjadi penumpukan lagi," katanya. Dengan demikian, diharapkan kepadatan arus mudik tidak akan separah dua hari sebelumnya.
Penutupan sementara Pelabuhan Ketapang pada tanggal 29 Maret 2025 untuk menghormati Hari Raya Nyepi juga menjadi faktor yang mempengaruhi penurunan arus mudik pada H-3 Lebaran. Penutupan ini memberikan waktu bagi ASDP untuk melakukan persiapan dan memastikan kesiapan operasional menjelang lonjakan penumpang pada H-1 Lebaran.
ASDP berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pemudik. Pihaknya akan terus berupaya untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan para pemudik selama masa mudik Lebaran 2025.
Dari pantauan, arus mudik lintasan Gilimanuk-Ketapang pada hari ini mulai melandai dan beberapa kali kapal feri bersandar di Pelabuhan Ketapang tidak terlalu banyak membawa penumpang baik kendaraan roda dua dan roda empat.