Bandara Lombok Aman, Gubernur NTB Pastikan Tak Ada Lonjakan Penumpang Jelang Lebaran 2025
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, memastikan tidak ada lonjakan penumpang di Bandara Lombok menjelang Lebaran 2025, berkat kebijakan kerja jarak jauh dan kesiapan Angkasa Pura Lombok.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, memastikan bahwa hingga saat ini belum terjadi lonjakan penumpang di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok Tengah, menjelang Lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 M. Hal ini disampaikannya usai meninjau langsung posko mudik di bandara tersebut pada Kamis, 27 Maret 2025. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini.
Iqbal menjelaskan, "Saya sudah melihat perkembangan arus penumpang mudik Lebaran, tampaknya tidak terjadi penumpukan." Beliau menyoroti dampak positif kebijakan working from anywhere (WFA) atau kerja jarak jauh yang diterapkan sejumlah kementerian dan lembaga sejak H-7 Lebaran (24 Maret 2025). Kebijakan ini dinilai efektif dalam mendistribusikan arus perjalanan pemudik lebih merata dan lebih awal.
Dengan dimulainya kebijakan WFA lebih awal, jadwal mudik masyarakat pun menjadi lebih cepat. Hal ini secara tidak langsung mengurangi potensi penumpukan penumpang di bandara menjelang puncak arus mudik. Langkah ini dinilai berhasil mengurangi kepadatan dan memastikan kelancaran perjalanan para pemudik.
Kesiap Siagaan Angkasa Pura Lombok
Lebih lanjut, Gubernur Iqbal memberikan apresiasi kepada Angkasa Pura Lombok atas kesiapannya dalam menghadapi arus mudik Lebaran. Angkasa Pura Lombok telah memperpanjang jam operasional bandara dan memastikan seluruh infrastruktur bandara dalam kondisi prima. "Seluruh infrastruktur yang ada di bandara semua siap untuk memastikan arus mudik berjalan dengan lancar," tegas Iqbal.
General Manager Angkasa Pura Lombok, Stephanus Millyas Wardana, turut memberikan keterangan terkait kesiapan bandara. Ia menyatakan bahwa kapasitas bandara masih mampu menampung jumlah penumpang yang signifikan. Stephanus menjelaskan, "Antisipasi kami perkirakan saat ini ada di angka 6.000 penumpang setiap hari. Kami masih bisa sanggup di atas 10.000 penumpang setiap hari."
Stephanus juga menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada penambahan penerbangan ekstra untuk mengakomodasi lonjakan penumpang mudik Lebaran 2025. Hal ini menunjukkan bahwa prediksi dan antisipasi yang dilakukan Angkasa Pura Lombok sejauh ini berjalan efektif dan terkendali.
Meskipun demikian, Angkasa Pura Lombok tetap siaga dan terus memantau perkembangan jumlah penumpang. Mereka berkomitmen untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran perjalanan para penumpang selama periode mudik Lebaran.
Antisipasi dan Fasilitas Bandara
Berbagai fasilitas di Bandara Lombok dipastikan siap melayani para pemudik. Angkasa Pura Lombok telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan kelancaran arus penumpang, termasuk mempersiapkan kapasitas infrastruktur yang memadai. Hal ini menunjukkan komitmen Angkasa Pura Lombok untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pemudik.
Dengan adanya kesiapan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pengelola bandara, diharapkan arus mudik Lebaran 2025 di Bandara Lombok dapat berjalan lancar dan nyaman bagi seluruh pemudik. Pemerintah NTB akan terus memantau situasi dan memastikan tidak ada kendala yang berarti selama periode mudik.
Kesimpulannya, situasi di Bandara Lombok terpantau aman dan terkendali menjelang Lebaran 2025. Kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan Angkasa Pura Lombok, serta kebijakan kerja jarak jauh, berkontribusi signifikan terhadap kelancaran arus mudik tahun ini.