Baznas Kirim 16.000 Paket Bantuan untuk Korban Gempa Myanmar
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengirimkan 16.000 paket bantuan senilai Rp2,5 miliar untuk membantu para korban gempa bumi di Myanmar, termasuk perlengkapan medis dan tim medis.

Gempa bumi dahsyat yang melanda Myanmar baru-baru ini telah menimbulkan kerusakan besar dan penderitaan bagi ribuan penduduknya. Sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Indonesia bergerak cepat mengirimkan bantuan untuk meringankan beban para korban. Bantuan tersebut dikirim pada tanggal 3 April 2024 dan terdiri dari 16.000 paket bantuan dengan total berat 19,7 ton dan nilai mencapai Rp2,5 miliar atau sekitar US$150.000.
Ketua Baznas, Noor Achmad, dalam sebuah pernyataan resmi menyatakan bahwa pihaknya memastikan bantuan yang dikirim sesuai dengan kebutuhan para penyintas gempa di Myanmar. "Kami telah memastikan bahwa bantuan yang dikirim sesuai dengan kebutuhan para penyintas gempa di Myanmar," ujar Noor Achmad. Komitmen Baznas terhadap aksi kemanusiaan, baik di dalam maupun luar negeri, juga ditekankan dalam pernyataan tersebut.
Bantuan yang dikirimkan meliputi berbagai kebutuhan mendesak para korban, antara lain 100 generator, 50 tenda, 10.000 sarung, 1.000 paket perlengkapan kebersihan untuk perempuan dan anak-anak, 5.000 selimut, 50 terpal, dan obat-obatan penting. Tidak hanya itu, Baznas juga mengirimkan tim medis dan tim tanggap bencana untuk membantu di lokasi.
Bantuan Medis dan Tim Relawan Baznas
Selain bantuan logistik, Baznas juga mengirimkan tim medis dari Rumah Sakit Baznas (RSB) yang terdiri dari lima anggota, serta lima anggota tim tanggap bencana Baznas (BTB). Tim ini akan membantu dalam memberikan pertolongan medis dan dukungan logistik di lokasi bencana. Kehadiran tim ini diharapkan dapat memberikan penanganan medis yang cepat dan efektif bagi para korban yang membutuhkan.
Noor Achmad berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terkena dampak gempa di Myanmar dan sekaligus memperkuat solidaritas antara Indonesia dan Myanmar dalam menghadapi situasi darurat. Pemerintah Indonesia dan Baznas akan terus memantau proses pendistribusian bantuan untuk memastikan bantuan tersebut sampai kepada yang berhak menerimanya.
Proses distribusi bantuan akan terus dipantau secara ketat untuk memastikan semua bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan ini.
Solidaritas Indonesia untuk Myanmar
Menteri Luar Negeri, Sugiono, turut memberikan pernyataan terkait pengiriman bantuan ini. Beliau menekankan bahwa pengiriman bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas rakyat Indonesia kepada rakyat Myanmar. "Ini adalah bentuk solidaritas nyata dari rakyat Indonesia kepada saudara-saudara kita di Myanmar yang sedang menghadapi kesulitan," ungkap Sugiono.
Menurut Menteri Sugiono, hingga saat ini total bantuan yang telah dikirim ke Myanmar mencapai 124 ton dengan nilai US$1,2 juta. Bantuan tersebut meliputi obat-obatan, perlengkapan sanitasi, dan kebutuhan pokok lainnya. Diharapkan bantuan ini dapat meringankan penderitaan rakyat Myanmar yang terdampak gempa bumi.
Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan dampak positif bagi para korban gempa bumi di Myanmar dan dapat mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Myanmar.
Total bantuan yang telah dikirimkan ke Myanmar:
- 16.000 paket bantuan dari Baznas (Rp2,5 miliar)
- Bantuan tambahan dari pemerintah Indonesia (US$1,2 juta)
Bantuan ini diharapkan dapat membantu pemulihan dan memberikan harapan baru bagi masyarakat Myanmar yang terkena dampak gempa.