Indonesia Kirim Bantuan Ketiga untuk Korban Gempa Myanmar: 124 Ton Logistik dan Tim Medis Diterbangkan
Indonesia mengirimkan bantuan kemanusiaan tahap ketiga untuk korban gempa Myanmar, meliputi obat-obatan, alat kesehatan, tenaga medis, dan logistik senilai Rp20,89 miliar.

Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan kepedulian terhadap korban gempa bumi di Myanmar dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan tahap ketiga. Bantuan senilai Rp20,89 miliar ini diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Kamis, 03 April 2024, dan terdiri dari obat-obatan, alat kesehatan, tenaga kesehatan, serta logistik lainnya.
Penyerahan bantuan tahap ketiga ini dipimpin langsung oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mewakili Presiden Prabowo Subianto. Menlu Sugiono menyampaikan bahwa pengiriman bantuan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden, sebagai bentuk solidaritas Indonesia terhadap saudara-saudara kita di Myanmar yang terdampak gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 pada Jumat, 28 Maret 2024. Pengiriman bantuan ini merupakan bagian dari rangkaian bantuan yang telah dimulai sejak 31 Maret lalu.
Bantuan yang dikirimkan meliputi berbagai kebutuhan mendesak, termasuk makanan siap saji, obat-obatan, alat kesehatan, perlengkapan medis, selimut, dan tenda darurat. Total berat bantuan mencapai 124 ton, yang dihimpun dari berbagai lembaga, seperti BNPB, Artha Graha Peduli, BAZNAS, Kementerian Pertanian, PMI, Kemenkes, dan pihak swasta.
Bantuan Tahap Ketiga: Rincian dan Distribusi
Bantuan tahap ketiga ini dikirimkan menggunakan dua pesawat kargo dan satu pesawat carter Garuda 747-800 yang membawa 65 personel, termasuk delegasi resmi. Pesawat-pesawat tersebut terbang dengan rute Halim Perdanakusuma – Banda Aceh (RON) – Naypyidaw, Myanmar. Keberangkatan dilakukan sekitar pukul 09.30 WIB.
Bantuan ini merupakan kelanjutan dari dua tahap bantuan sebelumnya. Bantuan tahap pertama, yang dikirim pada Senin, 31 Maret 2024, berjumlah 12 ton dan berisi berbagai kebutuhan darurat. Sementara itu, bantuan tahap kedua, yang dikirim pada Selasa, 1 April 2024, berupa Tim Aju Bantuan Indonesia berjumlah 39 orang, terdiri dari personel TNI, BNPB, Kementerian Luar Negeri, Basarnas, Baznas, dan Kementerian Kesehatan, serta logistik tambahan.
Tim Aju Bantuan Indonesia tahap kedua juga membawa logistik tambahan, termasuk 20 unit tenda serbaguna, selimut, sarung, makanan siap saji, dan satu unit truk operasional dari Basarnas. Semua bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban para korban gempa di Myanmar.
Menlu Sugiono dalam sambutannya berpesan kepada seluruh delegasi untuk selalu memprioritaskan keselamatan diri dan berkoordinasi dengan baik dengan pihak berwenang di Myanmar agar misi kemanusiaan dapat berjalan lancar dan efektif.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Pengiriman bantuan ini menunjukkan sinergi dan kolaborasi yang kuat antar berbagai lembaga dan pihak swasta di Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk membantu negara-negara yang tertimpa bencana. Selain itu, kehadiran Menko PMK Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI, Ketua BNPB Suharyato, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan, dan Kapolda Metro Irjen Pol Karyoto dalam acara pelepasan bantuan semakin menggarisbawahi pentingnya misi kemanusiaan ini.
Acara pelepasan bantuan diakhiri dengan penempelan stiker pada logistik, peninjauan muatan, dan ucapan selamat jalan kepada seluruh delegasi. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi para korban gempa bumi di Myanmar dan membantu proses pemulihan pasca bencana.
Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan penderitaan dan mempercepat proses pemulihan bagi masyarakat Myanmar yang terdampak gempa bumi. Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan bantuan kemanusiaan kepada negara-negara yang membutuhkan.