BPJPH dan BSSN Jalin Kerja Sama Perkuat Keamanan Siber Sihalal
BPJPH gandeng BSSN untuk meningkatkan keamanan siber sistem informasi layanan sertifikasi halal (Sihalal) guna menghadapi tantangan era digital.

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) resmi menjalin kerja sama untuk memperkuat sistem informasi layanan sertifikasi halal, atau Sihalal. Kolaborasi ini diumumkan pada Rabu, 19 Februari 2024 di Jakarta, sebagai respons terhadap tantangan keamanan siber di era digital yang semakin kompleks. Kerja sama ini bertujuan untuk memastikan inovasi teknologi di bidang sertifikasi halal tetap aman dari berbagai ancaman siber.
Sekretaris Utama BPJPH, Muhammad Aqil Irham, menjelaskan bahwa kolaborasi ini penting untuk menyeimbangkan inovasi teknologi dengan keamanan siber. "Di era digital yang berkembang dengan pesat ini, dan seiring upaya transformasi digital yang terus dilakukan, BPJPH menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan antara inovasi teknologi dengan keamanan siber. Untuk itu, kami berkoordinasi dengan BSSN dalam rangka memperkuat kolaborasi yang memang telah terjalin," ujar Aqil dalam keterangan resmi.
Langkah ini juga mencakup pemanfaatan, pengembangan, dan konsolidasi unsur-unsur terkait keamanan siber dan informasi. Aqil menekankan pentingnya memastikan keamanan sistem Sihalal dari ancaman siber yang semakin canggih dan kompleks. BPJPH dan BSSN saat ini tengah membahas draf kerja sama yang diharapkan dapat segera ditandatangani dan diimplementasikan untuk memperkuat Sihalal.
Penguatan Sinergi dan Kolaborasi untuk Sihalal
Sekretaris Utama BSSN, Y.B Susilo Wibowo, menyatakan bahwa penguatan sinergi dan kolaborasi antara BPJPH dan BSSN sangat penting untuk mendukung penyelenggaraan layanan publik, khususnya sertifikasi halal. Ia menekankan bahwa kerja sama antara kedua lembaga, yang merupakan Eselon 1 di Kementerian Agama, telah berjalan sebelumnya, dan akan ditingkatkan pasca BPJPH menjadi Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK).
Susilo Wibowo merinci setidaknya enam potensi kerja sama yang akan dijalankan. Kerja sama tersebut meliputi pemanfaatan sertifikat elektronik, peningkatan kapasitas keamanan siber, identifikasi dan deteksi serangan siber, kerja sama akademik, kerja sama pengembangan teknologi keamanan siber, serta peningkatan sumber daya manusia (SDM) pengelola sistem informasi dan siber.
Dengan adanya kerja sama ini diharapkan akan terjadi peningkatan keamanan dan efisiensi sistem Sihalal. Hal ini akan memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha yang membutuhkan layanan sertifikasi halal, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem sertifikasi halal di Indonesia.
Kerja sama ini juga akan mendorong pengembangan teknologi keamanan siber di Indonesia, khususnya di sektor layanan publik. Dengan peningkatan kapasitas SDM, diharapkan Indonesia dapat lebih siap menghadapi tantangan keamanan siber di masa depan.
Potensi Kerja Sama BPJPH dan BSSN
- Pemanfaatan sertifikat elektronik
- Peningkatan kapasitas keamanan siber
- Identifikasi dan deteksi serangan siber
- Kerja sama akademik
- Kerja sama pengembangan teknologi keamanan siber
- Peningkatan sumber daya manusia (SDM) pengelola sistem informasi dan siber
Melalui kerja sama yang komprehensif ini, diharapkan sistem Sihalal akan menjadi semakin aman, andal, dan efisien, mendukung terwujudnya layanan sertifikasi halal yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia.