BPOM Luncurkan Tiga Inisiatif Baru untuk Eliminasi Tuberkulosis Nasional
BPOM berkomitmen mendukung program eliminasi TB nasional melalui tiga inisiatif strategis: memastikan ketersediaan antibiotik, pengembangan vaksin baru, dan pengawasan pemenuhan gizi.

Jakarta, 24 Maret 2024 - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, mengumumkan komitmen lembaga dalam mendukung program eliminasi tuberkulosis (TB) nasional. BPOM meluncurkan tiga inisiatif utama, yaitu memastikan ketersediaan antibiotik yang efektif, berkontribusi dalam pengembangan vaksin TB baru, dan mengawasi pemenuhan gizi masyarakat untuk memperkuat sistem imun. Inisiatif ini bertujuan untuk secara signifikan mengurangi angka penderita TB di Indonesia.
"Badan Pengawas Obat dan Makanan mendukung maksimal program pemerintah ini, bagaimana mengurangi angka keterjangkitan penyakit tuberkulosis, karena ini bermanifestasi pada tumbuh kembang dari masyarakat kita ke depan," ujar Taruna Ikrar saat ditemui di Jakarta, Senin.
Penyakit TB sendiri memiliki berbagai manifestasi, termasuk TB paru-paru dan TB tulang, serta bentuk laten atau tidak aktif. Indonesia pernah menghadapi krisis TB pada era 1970-an, menjadi negara dengan jumlah penderita TB tertinggi di dunia. Tantangan saat ini adalah meningkatnya resistensi antibiotik dan kebutuhan akan inovasi dalam pengobatan dan pencegahan.
Inisiatif BPOM dalam Penanggulangan TB
Salah satu fokus utama BPOM adalah memastikan ketersediaan antibiotik yang efektif untuk pengobatan TB. "Dulu ada vaksinasi berupa BCG (Bacille Calmette-Guérin). BCG itu untuk bakteri yang dilemahkan, selanjutnya bisa menjadi kuat. Nah, ternyata ada perubahan yang sangat signifikan. Kita punya obat, ada 50 persen yang mengalami resistensi, atau ini bagian dari resistensi antimikroba," jelas Taruna. Oleh karena itu, BPOM aktif dalam pengawasan dan evaluasi obat-obatan TB untuk memastikan kualitas dan efikasi.
Selain ketersediaan obat, BPOM juga berperan aktif dalam pengembangan vaksin TB baru. "Sekarang ada beberapa jenis obat yang diharapkan bisa lebih baik dari drug of choice sebelumnya. Tapi, kan efikasinya masih perlu kita uji," tambahnya. BPOM mendukung riset dan pengembangan vaksin TB dengan teknologi modern, seperti metode mRNA dan DNA, untuk meningkatkan efektivitas pencegahan.
Vaksinasi BCG yang telah lama digunakan memiliki keterbatasan. "Terkait vaksin, Taruna menyebutkan bahwa puluhan tahun yang lalu, vaksin dibuat dengan metode vaksin sel utuh (whole virus), dimana virus yang dilemahkan digunakan untuk memicu respons tubuh guna membangun sistem imun. Tapi, dengan perkembangan modern, dengan metode mRNA, kita sudah ciptakan. Contohnya, pada saat COVID kemarin. Nah tentu dalam konteks untuk melawan bakteri TB atau tuberculosis ini bisa dilakukan, itu dengan metode apakah mRNA atau DNA atau metode dendritic vaccine dan sebagainya," jelasnya. Inovasi vaksin diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih optimal terhadap penyakit TB.
Inisiatif ketiga BPOM adalah pengawasan pemenuhan gizi masyarakat. Sistem imun yang kuat sangat penting dalam melawan infeksi TB. "Taruna juga menyoroti pentingnya membangun sistem imun melalui asupan gizi yang baik. Masalah gizi seperti malnutrisi, katanya, dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga membuat seseorang rentan terkena TB." BPOM bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan akses masyarakat terhadap nutrisi yang cukup melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tantangan dan Solusi
Data menunjukkan tingginya angka masalah gizi di Indonesia. "Saat ini, katanya, ada sekitar 80 persen anak Indonesia yang gizinya bermasalah, yakni 21,6 persen stunting, 40 persen kekurangan mikronutrisi seperti zat besi, dan 20 persen kelebihan nutrisi." Kondisi ini meningkatkan kerentanan terhadap penyakit TB, termasuk mengaktifkan bakteri TB yang sebelumnya dorman.
BPOM berperan penting dalam memastikan keamanan dan kualitas produk makanan serta suplemen gizi yang dikonsumsi masyarakat. Dengan memastikan akses terhadap nutrisi yang baik, diharapkan sistem imun masyarakat dapat meningkat, sehingga dapat mengurangi risiko terkena TB. Program MBG menjadi salah satu upaya untuk mengatasi masalah gizi buruk dan meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit.
Melalui ketiga inisiatif ini, BPOM menunjukkan komitmennya dalam mendukung program eliminasi TB nasional. Dengan kolaborasi dan inovasi, diharapkan Indonesia dapat mencapai target eliminasi TB dan meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.