Bulog Pastikan Penyerapan Gabah Petani Lanjut Selama Libur Lebaran 2025
Perum Bulog memastikan penyerapan gabah petani tetap berjalan selama libur Lebaran 2025 untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan beras, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan target 2 juta ton beras hingga April 2025.

Jakarta, 5 April 2025 - Perum Bulog memastikan komitmennya untuk terus menyerap gabah dari petani meskipun memasuki libur Lebaran 2025. Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran pasokan beras, stabilitas harga, dan ketersediaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Arwakhudin Widiarso. Ia menegaskan bahwa proses penyerapan gabah dan beras akan terus berjalan tanpa henti, bahkan selama periode libur Lebaran. Pemantauan ketat dilakukan secara daring dan luring untuk memastikan kelancaran operasional di seluruh wilayah Indonesia.
Keputusan Bulog ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan target penyerapan beras nasional. Dengan pengawasan yang intensif, Bulog berupaya mencapai target penyerapan gabah dan beras yang telah ditetapkan pemerintah.
Pemantauan Ketat Penyerapan Gabah Selama Libur Lebaran
Bulog melakukan pemantauan penyerapan gabah secara daring dan luring. Pemantauan daring dilakukan oleh Perum Bulog Pusat kepada pimpinan wilayah dan cabang. Sementara itu, pemantauan luring dilakukan langsung oleh direksi Bulog bersama pemimpin wilayah dan cabang, termasuk perwakilan TNI.
Kegiatan pemantauan ini bertujuan untuk memastikan penyerapan gabah dan beras tetap berjalan lancar selama libur Lebaran. Selain itu, pemantauan juga membahas progres penyerapan dalam menghadapi panen raya, guna memenuhi target stok CPP.
Arwakhudin Widiarso menambahkan, "Monitoring dan evaluasi penyerapan gabah dan beras dilakukan setiap hari melalui luring dan zoom/daring ke jajaran Bulog di wilayah beserta TNI, hingga progres penyerapan gabah/beras dan segala problematikanya selalu terpantau dan problem yang muncul segera dapat terselesaikan."
Target Penyerapan Gabah dan Harga Pembelian
Bulog menargetkan penyerapan gabah petani hingga mencapai 2 juta ton setara beras hingga April 2025. Target ini sesuai arahan Menteri Koordinator bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Penyerapan dilakukan bertahap pada Februari, Maret, dan April 2025.
Pemerintah telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Harga ini berlaku sejak 15 Januari 2025, baik untuk pembelian oleh pemerintah maupun penggilingan swasta di seluruh Indonesia. Bulog memastikan harga pembelian gabah dari petani tidak akan berada di bawah HPP yang telah ditetapkan.
Bulog juga memastikan bahwa mitra Bulog dan pelaku usaha pengeringan dan penggilingan beras juga mengikuti aturan HPP ini. Hal ini bertujuan untuk melindungi petani dan memastikan kesejahteraan mereka.
Penguatan Stok Cadangan Beras Pemerintah
Hingga saat ini, Bulog telah menyerap 709 ribu ton gabah setara beras untuk penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Penyerapan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di Indonesia.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menyatakan bahwa kebijakan HPP gabah kering panen yang baru bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan harga yang terjamin, diharapkan petani dapat lebih sejahtera dan termotivasi untuk meningkatkan produksi.
Dengan komitmen Bulog dalam menyerap gabah petani selama libur Lebaran, diharapkan stabilitas pasokan dan harga beras di Indonesia tetap terjaga. Upaya ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.