BUMDes Jadi Garda Terdepan Ketahanan Pangan: Kolaborasi Kemendes PDTT dan Kementan
Kementerian Desa dan Kementerian Pertanian berkolaborasi memberdayakan BUMDes untuk memperkuat ketahanan pangan di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan melalui pengelolaan dan pengembangan potensi ekonomi desa.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Kementerian Pertanian (Kementan) secara resmi menggandeng tangan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Kolaborasi strategis ini memanfaatkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai pengelola ketahanan pangan di tingkat desa. Inisiatif ini diluncurkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Selasa lalu, dan menargetkan 33 lokasi di 11 kabupaten di provinsi tersebut.
Kepala Seksi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa Kemendes PDTT, Indah Novita Purnamasari, menjelaskan mekanisme kolaborasi ini. Kementan akan memberikan hibah benih kepada kelompok tani terpilih, sementara BUMDes berperan sebagai penyedia infrastruktur, seperti rumah benih, pembeli hasil panen, atau bahkan bermitra melalui sistem bagi hasil. Dana Desa yang dialokasikan untuk ketahanan pangan akan menjadi modal utama BUMDes dalam menjalankan peran ini. "Melalui mekanisme ini, Kementan akan memberikan hibah benih kepada kelompok tani terpilih, sedangkan BUMDesa dapat berperan sebagai penyedia rumah benih, pembeli hasil panen, atau bahkan melakukan sistem bagi hasil dengan kelompok tani," jelas Indah Novita Purnamasari.
Program ini tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas BUMDes. Pembinaan intensif akan diberikan kepada BUMDes, mencakup aspek legalitas badan hukum hingga peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Tujuannya adalah memastikan BUMDes mampu mengelola ketahanan pangan secara berkelanjutan dan menjadi pilar utama ketahanan pangan di desa-desa Indonesia. "Pembinaan terhadap BUMDesa akan difokuskan pada kesiapan pengelolaan ketahanan pangan, mulai dari legalitas badan hukum hingga peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di desa," tambah Indah.
BUMDes sebagai Penggerak Ekonomi Desa
Kolaborasi Kemendes PDTT dan Kementan ini diharapkan mampu menciptakan dampak signifikan terhadap perekonomian desa. BUMDes, sebagai ujung tombak program ini, akan berperan dalam mengoptimalkan potensi ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pengelolaan ketahanan pangan yang efektif, diharapkan dapat tercipta stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan di tingkat desa.
Lebih lanjut, Indah Novita Purnamasari menekankan pentingnya keberlanjutan program ini. Pembinaan dan pendampingan berkelanjutan akan diberikan kepada BUMDes agar mereka mampu mengelola program ini secara mandiri dan berkelanjutan. Hal ini akan memastikan keberhasilan program dalam jangka panjang dan menciptakan kemandirian ekonomi di tingkat desa.
Dengan melibatkan BUMDes, program ini tidak hanya berfokus pada aspek produksi pangan, tetapi juga pada aspek pemasaran dan distribusi. BUMDes dapat berperan sebagai penghubung antara produsen dan konsumen, sehingga dapat menjamin aksesibilitas pangan bagi masyarakat desa.
Model kemitraan ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia. Suksesnya program ini di Kalimantan Selatan akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya memperkuat ketahanan pangan melalui pemberdayaan BUMDes.
Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Salah satu kunci keberhasilan program ini adalah pembinaan yang berkelanjutan kepada BUMDes. Pembinaan tersebut akan mencakup berbagai aspek, mulai dari manajemen keuangan, pemasaran, hingga pengelolaan sumber daya manusia. Dengan demikian, BUMDes diharapkan mampu mengelola program ketahanan pangan secara profesional dan efektif.
Selain itu, kolaborasi antara Kemendes PDTT dan Kementan juga akan memastikan sinergi program dan efisiensi penggunaan sumber daya. Dengan adanya koordinasi yang baik, bantuan dan program yang diberikan akan tepat sasaran dan memberikan dampak yang maksimal.
Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat desa. Dengan pengelolaan ketahanan pangan yang baik, diharapkan dapat meningkatkan nilai jual hasil pertanian dan meningkatkan pendapatan petani. Hal ini akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Secara keseluruhan, kolaborasi Kemendes PDTT dan Kementan dalam memberdayakan BUMDes untuk ketahanan pangan merupakan langkah strategis dalam upaya membangun ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan. Dengan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat desa di seluruh Indonesia.
Dengan mengoptimalkan peran BUMDes, program ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat desa, tetapi juga untuk meningkatkan perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera.
Harapan untuk Masa Depan
Melalui program kolaborasi ini, diharapkan ketahanan pangan di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan, akan semakin terjaga. BUMDes sebagai ujung tombak program ini akan menjadi pilar utama dalam menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga di tingkat desa. Program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa dan meningkatkan kesejahteraan mereka.