Bupati Mabar Ajak DPRD Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo
Bupati Manggarai Barat mengajak DPRD setempat berkolaborasi mengembangkan pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo, dengan fokus pada tata ruang dan pengelolaan kemaritiman yang memperhatikan daya dukung lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), tengah fokus mengembangkan sektor pariwisata berkelanjutan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Mabar, Edistasius Enditimur, atau yang akrab disapa Edi Endi, di Labuan Bajo pada Kamis, 28 Maret 2024. Pernyataan tersebut disampaikan saat penyerahan rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Manggarai Barat tahun 2025-2029.
Edi Endi menekankan pentingnya pariwisata berkelanjutan dan inklusif. Konsep ini juga telah disampaikan Pemkab Mabar dalam kunjungan kerja ke Jakarta beberapa hari sebelumnya, dipimpin oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam pertemuan dengan sejumlah kementerian. Pariwisata berkelanjutan, menurut Bupati, menjadi kunci peningkatan kualitas pariwisata dan kesejahteraan masyarakat Labuan Bajo.
Tantangan utama pengembangan pariwisata di Mabar, menurut Edi Endi, terletak pada tata ruang dan pengelolaan sektor kemaritiman. Oleh karena itu, kolaborasi yang erat antara Pemkab Mabar dan DPRD setempat sangat diperlukan untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan di destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Labuan Bajo. Ia berharap dukungan penuh dari DPRD untuk merealisasikan rencana jangka panjang ini.
Pariwisata Berkelanjutan: Kolaborasi dan Tata Kelola Kemaritiman
Bupati Edi Endi mengajak anggota DPRD Mabar untuk terus berkolaborasi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan berkelanjutan, bukan hanya untuk saat ini, tetapi juga untuk masa depan. Salah satu langkah konkret yang direncanakan adalah kunjungan ke Jakarta setelah Paskah untuk bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Kehutanan, dan Menteri Perhubungan guna membahas tata kelola wilayah kemaritiman.
Prinsip carrying capacity atau daya dukung lingkungan menjadi hal krusial dalam pengelolaan sektor kemaritiman. "Kita menghitung prinsip carrying capacity, jangan sampai keindahan laut sebagaimana di daerah lain menjadi sirna, karena perangkat aturan belum disiapkan dengan baik," ujar Edi Endi. Pengelolaan yang bijak akan memastikan keindahan alam Labuan Bajo tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Koordinasi dan konsolidasi yang lebih baik antara Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah pusat juga diperlukan. Edi Endi menyoroti pentingnya pengaturan ekosistem dan tata ruang wilayah laut, mengingat adanya perubahan kewenangan pengelolaan sumber daya alam laut berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Kewenangan yang dulunya sampai 7 mil dari pantai kini hanya sampai garis pantai, sehingga koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat menjadi sangat penting.
Mengoptimalkan Potensi Pariwisata Labuan Bajo
Pengembangan pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo membutuhkan perencanaan yang matang dan kolaborasi yang kuat antar berbagai pihak. Hal ini mencakup aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial budaya masyarakat setempat. Dengan memperhatikan daya dukung lingkungan dan melibatkan masyarakat secara aktif, diharapkan pariwisata Labuan Bajo dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pariwisata di Labuan Bajo. Hal ini dilakukan melalui berbagai program dan kebijakan yang mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan. Kolaborasi dengan DPRD dan pemerintah pusat merupakan kunci keberhasilan dalam mewujudkan visi ini.
Dengan memperhatikan aspek lingkungan dan melibatkan masyarakat, diharapkan pariwisata Labuan Bajo dapat memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat tanpa mengorbankan keindahan alam yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut. Keberhasilan ini membutuhkan komitmen dan kerja sama dari semua pihak yang terlibat.
Ke depannya, pengembangan pariwisata di Labuan Bajo akan terus berfokus pada keberlanjutan dan inklusivitas, memastikan bahwa manfaatnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat dan keindahan alamnya tetap terjaga untuk generasi mendatang. Hal ini membutuhkan perencanaan yang matang, koordinasi yang baik, dan kolaborasi yang kuat antar berbagai pihak.
Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, DPRD, dan pemerintah pusat, diharapkan pengembangan pariwisata di Labuan Bajo dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan dan melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses pengembangan pariwisata menjadi kunci keberhasilan upaya ini.