Contraflow Diterapkan di Tol Jakarta-Cikampek dan Cipali Akibat Padatnya Arus Mudik Lebaran
Kepadatan arus mudik Lebaran di Tol Jakarta-Cikampek dan Cipali menyebabkan contraflow diterapkan oleh petugas untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Kepadatan lalu lintas yang signifikan terjadi di ruas Tol Jakarta-Cikampek hingga Cipali pada hari kedua Lebaran, Selasa (1/4). Hal ini memaksa petugas untuk menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow guna mengurai kepadatan kendaraan pemudik yang cukup tinggi. Penerapan contraflow ini dilakukan atas diskresi pihak kepolisian dan berkoordinasi dengan pihak pengelola jalan tol.
Arus mudik yang padat tersebut terjadi di kedua ruas tol tersebut. Di Tol Cipali, contraflow pertama kali diterapkan pada pukul 10.09 WIB di KM 162-169 arah Cirebon, kemudian diperpanjang hingga KM 152-169 pada pukul 10.35 WIB. Sementara di Tol Jakarta-Cikampek, contraflow dimulai pada pukul 09.45 WIB di KM 47-70, dengan penutupan sementara pintu masuk contraflow KM 55 pada pukul 09.54 WIB. Namun, pada pukul 11.31 WIB, pintu masuk KM 55 kembali dibuka, dan lajur contraflow ditambah menjadi dua lajur.
Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran arus mudik dan mencegah kemacetan yang lebih parah. Baik Astra Tol Cipali maupun PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam menerapkan rekayasa lalu lintas ini. Keputusan untuk menerapkan contraflow didasarkan pada volume kendaraan yang cukup tinggi di kedua ruas tol tersebut sepanjang hari Selasa.
Contraflow di Tol Cipali
Astra Tol Cipali, melalui Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head-nya, Ardam Rafif Trisilo, menjelaskan bahwa contraflow di Tol Cipali diterapkan untuk mengurai kepadatan dari arah Cikopo menuju Cirebon dan sekitarnya. Penerapan contraflow ini dilakukan secara bertahap, dimulai dari KM 162-169 dan kemudian diperluas hingga KM 152-169. Hal ini menunjukkan upaya adaptif dari pihak pengelola jalan tol dalam merespon dinamika kepadatan lalu lintas.
Koordinasi yang baik antara Astra Tol Cipali dan kepolisian menjadi kunci keberhasilan penerapan contraflow ini. Dengan adanya kerjasama tersebut, diharapkan kepadatan lalu lintas dapat terurai dengan efektif dan pemudik dapat sampai ke tujuan dengan lancar.
Pihak Astra Tol Cipali terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas di ruas Tol Cipali.
Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek
Di Tol Jakarta-Cikampek, Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT), Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa penerapan contraflow merupakan bagian dari upaya untuk memastikan kelancaran arus mudik Lebaran. Contraflow diterapkan karena volume kendaraan yang cukup tinggi di sepanjang hari Selasa.
PT JTT juga melakukan penyesuaian strategi dalam penerapan contraflow, dengan penutupan dan pembukaan pintu masuk contraflow secara bertahap. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dan responsivitas PT JTT dalam mengelola lalu lintas di tengah kepadatan arus mudik.
Penambahan lajur contraflow menjadi dua lajur di KM 55 menunjukkan komitmen PT JTT untuk memberikan solusi terbaik bagi pemudik. Kerjasama yang baik dengan kepolisian juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan penerapan contraflow di Tol Jakarta-Cikampek.
Kesimpulannya, penerapan contraflow di Tol Jakarta-Cikampek dan Cipali merupakan langkah tepat untuk mengurai kepadatan lalu lintas selama arus mudik Lebaran. Koordinasi yang baik antara pihak pengelola jalan tol dan kepolisian menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi kepadatan tersebut dan memastikan kelancaran perjalanan para pemudik.