Dishub Kota Malang Antisipasi Kemacetan Lebaran 2025: Siapkan Pengalihan Arus
Dishub Kota Malang menyiapkan skema pengalihan arus lalu lintas di sejumlah titik rawan macet selama libur Lebaran 2025, termasuk Jalan Ahmad Yani dan Soekarno-Hatta.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang telah mempersiapkan langkah antisipasi guna mengatasi potensi kemacetan lalu lintas selama libur Lebaran 2025. Antisipasi ini difokuskan pada sejumlah titik rawan macet yang telah dipetakan sebelumnya. Langkah utama yang akan diambil adalah menerapkan skema pengalihan arus kendaraan bermotor di jalur-jalur tersebut.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengungkapkan bahwa Kota Malang, khususnya selama periode liburan, memiliki potensi kemacetan yang signifikan. Hal ini disebabkan banyaknya kendaraan yang menuju kawasan wisata di Kota Batu dan Kabupaten Malang. "Jika kondisinya sudah terlihat mulai ada kepadatan, kami memfasilitasi pengguna jalan dengan melakukan penarikan rute untuk dialihkan," jelas Widjaja dalam keterangannya di Kota Malang, Jumat (21/3).
Pemetaan titik rawan macet telah dilakukan oleh Dishub Kota Malang. Beberapa ruas jalan yang menjadi fokus utama adalah Jalan Ahmad Yani, Jalan Soekarno-Hatta, dan gerbang keluar Tol Madyopuro. Jalan Ahmad Yani, yang merupakan jalur utama dari gerbang keluar Tol Singosari menuju Kabupaten Malang dan Kota Batu, menjadi salah satu titik yang diprediksi akan mengalami kepadatan tinggi.
Titik Rawan Macet dan Strategi Pengalihan Arus
Jalan Ahmad Yani, yang terhubung langsung dengan gerbang keluar Tol Singosari, hingga Malang Creative Center (MCC), menjadi titik rawan kemacetan utama. Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di Jalan Soekarno-Hatta yang menghubungkan Kota Malang dan Kota Batu, terutama di sekitar Simpang Lima Tunggulwulung dan persimpangan jembatan Tunggulwulung.
Gerbang keluar Tol Madyopuro juga menjadi perhatian utama. Arus kendaraan dari pintu tol ini umumnya menuju wilayah Jonge, Ki Ageng Gribik, Mayjen Sungkono, dan selanjutnya menuju Kabupaten Malang. Potensi kemacetan di jalur ini perlu diantisipasi dengan baik.
Selain jalur utama, Dishub Kota Malang juga fokus pada penanganan potensi kepadatan di area pusat perbelanjaan dan pusat oleh-oleh. Jalan Kawi, Jalan Merdeka Selatan, Jalan Veteran, Jalan Pasar Besar Malang, Jalan Tumenggung Suryo, dan Jalan Semeru menjadi area yang perlu mendapat perhatian khusus dalam upaya mengurai kemacetan.
Antisipasi Kemacetan di Pusat Perbelanjaan dan Pusat Oleh-Oleh
Dishub Kota Malang menyadari bahwa pusat perbelanjaan dan pusat oleh-oleh di Kota Malang juga menjadi magnet bagi pengunjung selama liburan. Oleh karena itu, antisipasi kemacetan di Jalan Kawi, Jalan Merdeka Selatan, Jalan Veteran, dan Jalan Pasar Besar Malang menjadi bagian penting dari strategi penanganan kemacetan Lebaran 2025.
Wilayah yang menjadi pusat oleh-oleh, seperti Jalan Tumenggung Suryo dan Jalan Semeru, juga akan mendapatkan perhatian khusus. Dishub Kota Malang akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di area-area tersebut. Pengalihan arus lalu lintas akan menjadi salah satu strategi yang diterapkan jika terjadi kepadatan yang signifikan.
Dengan mempertimbangkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Dishub Kota Malang telah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi yang lebih matang. Harapannya, skema pengalihan arus lalu lintas ini dapat meminimalisir potensi kemacetan dan memastikan kelancaran arus lalu lintas selama libur Lebaran 2025.
"Sebagaimana yang sudah disampaikan, rawan kemacetan tetap sama dengan tahun sebelumnya, mulai dari Jalan Ahmad Yani dari exit tol Singosari, sampai ke Malang Creative Center (MCC)," ujar Widjaja Saleh Putra.
Dengan berbagai strategi yang disiapkan, Dishub Kota Malang berupaya memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pengguna jalan selama periode liburan Lebaran 2025.