DKP3 Cirebon Kembangkan Benih Udang Vaname di Lahan Sempit: Solusi Budi Daya Perikanan
Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon mengembangkan budidaya benih udang vaname di lahan sempit untuk meningkatkan produksi perikanan lokal dan kesejahteraan masyarakat.

Kota Cirebon, Jawa Barat, tengah berinovasi dalam sektor perikanan. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon berambisi untuk mengembangkan produksi benih udang vaname secara mandiri pada tahun 2025. Inisiatif ini bertujuan memperkuat sektor budidaya perikanan di masyarakat, khususnya dengan memanfaatkan lahan yang terbatas.
Teknologi Ramah Lingkungan untuk Budi Daya Udang Vaname
Kepala DKP3 Kota Cirebon, Elmi Masruroh, menjelaskan bahwa Balai Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar Kalitanjung telah sukses melakukan uji coba dan pembesaran benih udang vaname. Balai ini kini mampu menghasilkan benih berkualitas tinggi yang siap didistribusikan ke kelompok pembudidaya di Kota Cirebon. Sebelumnya, uji coba dilakukan menggunakan tiga kolam bundar di kantor DKP3, dan hasilnya menunjukkan keberhasilan panen pada usia 60 hari.
Salah satu kunci keberhasilan budidaya udang vaname adalah pengelolaan lingkungan yang tepat, terutama kualitas air. Parameter seperti salinitas, pH, dan suhu air harus dikontrol secara ketat untuk pertumbuhan optimal udang. DKP3 berkomitmen memberikan pendampingan intensif kepada kelompok pembudidaya untuk memastikan keberhasilan usaha mereka.
Tantangan dan Peluang Budi Daya Udang Vaname
Elmi Masruroh mengakui tantangan utama dalam budidaya udang vaname adalah perubahan cuaca, khususnya hujan yang dapat mengganggu keseimbangan salinitas air. Oleh karena itu, penggunaan kolam dengan atap penutup sangat direkomendasikan untuk menjaga stabilitas kondisi air. Meskipun demikian, peluang ekonomi dari budidaya udang vaname sangat menjanjikan. Udang vaname dapat dipanen sejak usia 30 hari dengan harga jual yang tinggi di pasaran, membuatnya lebih menguntungkan dibandingkan budidaya ikan air tawar.
Program ini juga sejalan dengan program pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Kota Cirebon. DKP3 menargetkan pendistribusian benih udang vaname kepada kelompok pembudidaya dimulai tahun ini, seiring dengan pelaksanaan anggaran pokir tersebut. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produksi perikanan lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terlibat dalam budidaya perikanan.
Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Budi Daya Udang Vaname
"Kami mendorong masyarakat untuk mengembangkan usaha budidaya udang vaname," kata Elmi Masruroh. "Dengan pengelolaan yang baik, budidaya ini dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan." Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi perikanan, tetapi juga bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dan meningkatkan taraf hidup mereka melalui usaha yang berkelanjutan dan ekonomis.
Keberhasilan budidaya udang vaname di lahan sempit di Kota Cirebon menjadi contoh nyata bagaimana inovasi dan teknologi dapat diterapkan untuk meningkatkan produksi perikanan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan dukungan dari pemerintah daerah dan pendampingan yang intensif, diharapkan program ini akan terus berkembang dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian lokal.
Kesimpulan
Program pengembangan benih udang vaname oleh DKP3 Kota Cirebon merupakan langkah strategis dalam meningkatkan produksi perikanan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi tepat guna dan memberikan pendampingan yang memadai, program ini berpotensi besar untuk sukses dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan budidaya perikanan yang berkelanjutan.