DPRD Jatim Seleksi Calon Komisioner KPID: Uji Kelayakan dan Kepatutan
DPRD Jawa Timur menggelar uji kelayakan dan kepatutan untuk 21 calon komisioner KPID Jatim selama dua hari, bertujuan memilih tujuh komisioner terbaik yang berkompeten dan independen.

DPRD Jawa Timur (Jatim) memulai proses seleksi calon komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jatim. Uji kelayakan dan kepatutan bagi 21 calon dimulai Kamis, 30 Januari 2024, di ruang Komisi A DPRD Jatim. Proses seleksi penting ini berlangsung selama dua hari.
Ketua Komisi A DPRD Jatim, Dedi Irwansa, menjelaskan bahwa proses ini sesuai regulasi. Dari 21 peserta, tujuh calon terbaik akan terpilih untuk memimpin KPID Jatim. Para peserta berasal dari beragam latar belakang, termasuk praktisi media dan aktivis.
Bagaimana proses seleksi berlangsung? Setiap calon diberikan waktu sekitar 20 hingga 30 menit untuk memaparkan visi dan misinya. Proses seleksi dilakukan secara tertutup, dengan pimpinan dan anggota Komisi A DPRD Jatim bertindak sebagai tim penguji.
Mengapa seleksi ini penting? Dedi Irwansa menekankan pentingnya memilih komisioner KPID Jatim yang memiliki kapasitas dan pemahaman mendalam tentang dunia penyiaran. Ia menyadari tantangan di sektor ini, dan berharap terpilih komisioner berkualitas untuk memajukan industri penyiaran di Jawa Timur.
Menanggapi isu potensi intervensi politik, Dedi Irwansa secara tegas membantahnya. Ia memastikan komitmen DPRD Jatim untuk menjalankan seleksi secara profesional dan independen. Hal ini penting untuk menjaga kredibilitas proses seleksi ini.
Apa tujuan utama seleksi ini? Seleksi ini merupakan bagian dari upaya DPRD Jatim untuk memastikan KPID Jatim memiliki kepengurusan yang kompeten. KPID Jatim nantinya akan bertanggung jawab mengawasi dan mengembangkan dunia penyiaran di provinsi tersebut. Pemilihan komisioner yang tepat akan berdampak signifikan pada kualitas penyiaran di Jawa Timur.
Proses seleksi ini menjadi sorotan publik, mengingat peran penting KPID Jatim dalam mengawasi dan menjaga kualitas siaran. Hasil seleksi ini diharapkan dapat menghasilkan komisioner yang mampu membawa KPID Jatim ke arah yang lebih baik dan profesional.