DPRD Penajam Paser Utara Ajak Perusahaan Bantu Stop Buang Air Besar Sembarangan
DPRD Penajam Paser Utara mengajak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut untuk berpartisipasi dalam program sanitasi guna mengatasi masalah buang air besar sembarangan dan menekan angka stunting.

Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, 20 Maret 2024 - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara meminta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayahnya untuk aktif berkontribusi dalam upaya menghentikan kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS). Hal ini dilakukan sebagai bagian dari langkah strategis untuk mencegah peningkatan angka kekerdilan atau stunting pada anak.
Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Nanang Ali, menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah kabupaten dalam penanggulangan BABS. "DPRD dukung penuh stop buang air besar, program yang dijalankan pemerintah kabupaten," ujarnya di Penajam, Kamis. Program ini melibatkan pembangunan fasilitas sanitasi dan sosialisasi mengenai dampak negatif BABS.
Pembangunan sanitasi menjadi kunci dalam menurunkan angka stunting, karena sanitasi yang buruk dapat menjadi pemicu utama. Nanang Ali menambahkan, "Kami siap dukung program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat melalui fungsi penganggaran." Peran aktif perusahaan dinilai sangat penting untuk mendukung keberhasilan program ini.
Perusahaan Diminta Berkontribusi melalui Dana CSR
Nanang Ali menekankan pentingnya peran perusahaan dalam membantu program stop BABS. "Perusahaan bisa membantu melalui dana tanggung jawab sosial dan lingkungan atau TJSL (corporate social responsibility/CSR)," ucapnya. Hal senada juga disampaikan oleh anggota DPRD lainnya, Jon Kenedi, yang menyatakan bahwa perusahaan memiliki kewajiban untuk mendukung program pemerintah daerah, termasuk program stop BABS.
Jon Kenedi menambahkan bahwa dana CSR dapat digunakan untuk membangun sanitasi bagi warga yang belum memiliki fasilitas toilet layak. "Dana CSR perusahaan bisa membantu program stop buang air besar," kata Jon Kenedi. Dana TJSL ini sangat krusial untuk memastikan tercapainya akses sanitasi yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.
Angka BABS di Kabupaten Penajam Paser Utara masih cukup tinggi. Berdasarkan data yang ada, sekitar 17 persen dari 54 desa dan kelurahan masih belum terbebas dari kebiasaan ini. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan perusahaan sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini secara efektif.
Dukungan Penuh DPRD untuk Pembangunan Sanitasi
DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah kabupaten dalam menekan angka BABS melalui pembangunan sanitasi. Dukungan ini diwujudkan melalui kebijakan anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas sanitasi yang layak dan bersih, sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran penyakit dan menurunkan angka stunting.
Dengan adanya komitmen dari DPRD dan harapan akan partisipasi aktif dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Penajam Paser Utara, diharapkan program stop BABS ini dapat berjalan efektif dan mencapai target yang telah ditetapkan. Upaya ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan kesejahteraan generasi mendatang.
Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara, khususnya dalam upaya menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Kolaborasi yang kuat antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.
Kesimpulan
Partisipasi aktif perusahaan melalui program TJSL sangat penting untuk mendukung program stop BABS di Kabupaten Penajam Paser Utara. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan upaya ini dapat berhasil menurunkan angka BABS dan angka stunting di wilayah tersebut.